Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI DAN BISNIS

Beras Petani Sidomukti Tembus Pasar Kota, Nilai Jual Hasil Panen Kian Meningkat

214
×

Beras Petani Sidomukti Tembus Pasar Kota, Nilai Jual Hasil Panen Kian Meningkat

Share this article
Produk Beras Petaniku (Dok. Megamart)
Produk Beras Petaniku (Dok. Megamart)
Example 468x60

KUKAR: Upaya petani di Desa Sidomukti, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), meningkatkan nilai jual hasil pertanian mulai membuahkan hasil. Beras yang diproduksi secara lokal kini mampu menembus sejumlah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) melalui brand Beras Petaniku.

Owner Beras Petaniku, Riyadi, mengatakan usaha tersebut dibangun untuk membantu petani mendapatkan nilai jual yang lebih baik sekaligus memangkas rantai pemasaran yang selama ini menjadi salah satu kendala.

“Dulu pemasaran susah dan harga padi terlalu rendah. Kami bersama teman-teman petani berusaha meningkatkan nilai penjualan. Alhamdulillah, sekarang pasarnya sudah sampai ke Bontang, Sangatta, dan Balikpapan,” ujar Riyadi, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, keberadaan Beras Petaniku saat ini turut melibatkan sekitar 40 petani lokal. Dalam kondisi normal, kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 2 ton beras per hari, menyesuaikan kualitas dan ketersediaan gabah.

Produk tersebut saat ini dipasarkan dengan harga Rp75.000 untuk kemasan 5 kilogram. Dengan demikian, beras hasil produksi petani Sidomukti tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar, tetapi mulai memiliki ruang di pasar perkotaan.

Namun, pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya sistem pengairan lahan pertanian yang masih bergantung pada curah hujan. Selain itu, persaingan harga dengan beras yang masuk dari luar daerah juga menjadi perhatian.

Riyadi berharap Beras Petaniku dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas. Menurutnya, semakin besar pasar yang dapat dijangkau, semakin besar pula peluang peningkatan kesejahteraan petani yang terlibat.

Dukungan terhadap pengembangan beras lokal juga datang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar. Pemerintah daerah menilai Muara Kaman merupakan salah satu wilayah penghasil beras di Kukar yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, mengatakan keberadaan produk beras lokal menjadi peluang untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami mendukung adanya produk beras lokal di Muara Kaman karena memang wilayah tersebut merupakan salah satu daerah penghasil beras di Kukar. Harapannya, produk ini bisa dikembangkan terus dan para petani bisa sejahtera,” kata Bustani.

Selain mendorong pengembangan produk lokal, Disperindag Kukar bersama Satgas Pangan Polres Kukar juga rutin melakukan pengawasan terhadap peredaran beras di pasaran. Pengawasan dilakukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan mutu dan harga.

Beras yang dipasarkan wajib memenuhi kualifikasi beras premium maupun medium serta mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni berkisar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Dengan penguatan produksi, pemasaran, dan pengawasan mutu, beras lokal dari Muara Kaman diharapkan semakin mampu bersaing sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani di daerah. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *