Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Persiapan Erau Adat Kutai 2026 Capai 85 Persen, Ratusan Penari Tetap Berlatih di Tengah Kabut Asap

209
×

Persiapan Erau Adat Kutai 2026 Capai 85 Persen, Ratusan Penari Tetap Berlatih di Tengah Kabut Asap

Share this article
Pelaksanaan Erau Adat Kutai Tahun 2025 (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Pelaksanaan Erau Adat Kutai Tahun 2025 (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Persiapan pelaksanaan Festival Erau Adat Kutai 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Hingga awal September 2026, persiapan pelaksanaan festival budaya tahunan tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.

Ketua Pelaksana Seremoni Erau, Muhammad Saidar, mengatakan persiapan meliputi latihan para penari massal hingga persiapan prosesi adat yang dilakukan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Untuk persiapan Erau sendiri, mungkin sekitar 85 persen. Persiapannya semenjak latihan penari di Stadion Rondong Demang Tenggarong oleh pihak Serau Kaltim. Kemudian dari Kesultanan juga sudah mulai latihan di Kedaton,” kata Saidar kepada Dutakaltimnews.com Jumat (4/9/2026).

erau20251

Menurutnya, para penari terus menjalani latihan setiap hari, baik yang berlatih di Stadion Rondong Demang maupun di lingkungan Kesultanan.

Konsep pelaksanaan Erau tahun ini, lanjut Saidar, tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Rangkaian acara akan diawali dengan prosesi sakral di Keraton atau Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Para tamu undangan, pejabat pemerintah, termasuk perwakilan kementerian, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota, akan terlebih dahulu hadir di Kedaton untuk mengikuti prosesi adat sebelum menuju Stadion Rondong Demang untuk mengikuti seremoni pembukaan.

“Untuk konsep tahun ini tidak ada perubahan, hampir sama seperti tahun lalu. Yang pasti, untuk Erau sendiri kita berjalan awalnya di keraton, sakral dulu. Para tamu pejabat undangan akan hadir di keraton untuk melakukan prosesi adat, kemudian setelah selesai mereka lanjut ke stadion untuk proses pembukaan,” jelasnya.

Dalam pembukaan Erau, prosesi juga akan diisi Sabda Pandita oleh Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Selain itu, terdapat rencana penyerahan sertifikat Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata. Namun, Saidar menyebut agenda tersebut masih bersifat tentatif.

Pentas Seni Digelar di Dua Lokasi

Erau Adat Kutai 2026 juga akan diramaikan dengan pentas seni dan bazar yang berlangsung di dua lokasi, yakni kawasan depan Kedaton dan Stadion Rondong Demang.

Di depan Kedaton, panitia menyiapkan pentas seni yang akan menampilkan sejumlah sanggar tari tradisional. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi tenda kuliner yang menyajikan makanan tradisional.

Sementara itu, pentas seni di kawasan Stadion Rondong Demang akan lebih banyak diisi dengan kegiatan hiburan rakyat dan bazar.

“Untuk kegiatan pasti ada pentas seni. Di depan Kedaton akan ada beberapa sanggar tari tradisional dan tenda-tenda untuk kuliner tradisional. Kemudian di Stadion Rondong Demang juga ada pentas seni dan Expo Bazar,” ujarnya.

Penari Tetap Berlatih di Tengah Kabut Asap

Salah satu tantangan dalam persiapan Erau tahun ini adalah kondisi cuaca dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Kukar. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap latihan penari massal yang dilakukan di lapangan terbuka.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para penari untuk terus berlatih.

Panitia juga mendapat dukungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD Kukar dengan melakukan penyemprotan lapangan sebelum latihan berlangsung.

Selain itu, BPBD juga telah membagikan lebih dari 3.000 masker kepada para penari sebagai perlindungan selama menjalani latihan.

“Memang kendalanya yang pertama jelas cuaca, khusus untuk penari massal. Kondisi cuaca tidak baik-baik saja, tetapi tidak melemahkan semangat mereka. Mereka tetap latihan,” kata Saidar.

Tim kesehatan juga dilibatkan selama proses latihan untuk mengantisipasi kondisi kesehatan para penari.

“Ketika latihan pun ada tim kesehatan yang dilibatkan. Kalau mereka mengalami dehidrasi dan sebagainya, tim kesehatan sudah siap di sana,” tambahnya.

Festival Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-27 September 2026. Namun, sejumlah rangkaian pra-Erau telah dimulai sebelum tanggal tersebut, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan Kesultanan, seperti ziarah dan kegiatan adat lainnya.

Promosi Erau juga mulai dilakukan di sejumlah lokasi. Panitia telah menyebarluaskan video promosi Erau, termasuk melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sekaligus Juru Bicara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Heriansyah, mengatakan Erau memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar pesta budaya.

Menurutnya, Erau merupakan momentum pertemuan antara Sultan, kerabat Kesultanan, dan masyarakat. Di dalamnya terdapat nilai filosofis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Erau ini ada yang dieraukan. Siapa yang dieraukan? Tokoh, raja, atau sultan. Siapa yang mengeraukan? Kerabat. Yang erau itu siapa? Seluruh rakyat dan seluruh masyarakat bersukaria,” jelas Heriansyah.

Ia menilai pemahaman terhadap nilai-nilai Erau perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Salah satu prosesi yang memiliki makna penting adalah Beluluh.

Heriansyah menjelaskan, Beluluh dimaknai sebagai upaya meluluhkan energi negatif sekaligus membangkitkan energi positif. Filosofi tersebut juga menggambarkan nilai kepemimpinan dalam menjaga adat dan budaya.

“Beluluh itu meluluhkan energi, energi yang negatif membangkitkan energi positif. Bagaimana Sultan itu memimpin dalam kesehariannya, baik itu terkait dengan menjaga budaya dan adat, itu mempunyai energi yang positif,” ujarnya.

KEN 2026 Jadi Momentum Promosi Budaya Kutai

Masuknya Festival Erau Adat Kutai dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 dinilai menjadi peluang untuk memperluas promosi budaya Kutai, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kesultanan berharap pelaksanaan Erau tahun ini mampu menarik wisatawan mancanegara untuk datang langsung menyaksikan berbagai prosesi adat dan budaya yang ditampilkan.

“Tentu ini promosinya tidak hanya nasional, tetapi internasional. Kita berharap juga ada wisatawan mancanegara yang bisa datang menyaksikan Erau ini,” kata Heriansyah.

Untuk mendukung promosi tersebut, Kesultanan juga berencana mengundang para Sultan dari berbagai wilayah Nusantara dalam pelaksanaan Erau tahun ini.

Heriansyah mengatakan, dalam waktu dekat pihak Kesultanan akan melakukan audiensi bersama Bupati Kukar dan Sultan Kutai dengan Menteri Pariwisata serta Menteri Kebudayaan. Pertemuan tersebut akan membahas dukungan terhadap pelaksanaan Festival Erau Adat Kutai 2026.

Erau tahun ini mengusung tema “Raja Menunggal Bersama Rakyat, Raja Menjamu Rakyatnya.”

Menurut Heriansyah, tema tersebut menggambarkan hakikat Erau sebagai momentum pertemuan antara Sultan dengan masyarakat.

“Momen Erau ini adalah pertemuan antara raja atau sultan dengan rakyatnya. Atau sekarang kita sebut sultan dengan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Setelah rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2026 berakhir pada 27 September, kegiatan akan dilanjutkan dengan peringatan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-242 pada 28 September 2026. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *