Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HUKUM DAN KRIMINAL

Ruang Rapat Diskominfo Kukar Terbakar, Karyawan Diduga Sengaja Bakar Kantor karena Dibully

231
×

Ruang Rapat Diskominfo Kukar Terbakar, Karyawan Diduga Sengaja Bakar Kantor karena Dibully

Share this article
Kondisi Ruangan Rapat Diskominfo Kukar Usai Kebakaran. (Dok. Disdamkarmatan Kukar)
Kondisi Ruangan Rapat Diskominfo Kukar Usai Kebakaran. (Dok. Disdamkarmatan Kukar)
Example 468x60

KUKAR: Ruang rapat Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Jalan Pahlawan Nomor 1, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, terbakar pada Selasa (11/8/2026) pagi.

Kebakaran tersebut diduga sengaja dilakukan oleh seorang karyawan Diskominfo berinisial MFA yang disebut kesal karena kerap menjadi bahan olokan rekan kerja.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.20 WITA.

“Laporan kami terima dari security Diskominfo sekitar pukul 07.20 WITA,” ujarnya.

Petugas kemudian mengerahkan personel dari Pleton 1 dan Pleton 3 untuk melakukan penanganan. Sebanyak empat unit mobil pemadam, satu unit kendaraan logistik, satu unit portable, blower, serta dua tabung APAR digunakan dalam proses pemadaman.

“Api berada di lantai tiga gedung Diskominfo. Petugas langsung melakukan penanganan dan berhasil menyelesaikan pemadaman sekitar pukul 09.20 WITA,” jelasnya.

Dalam proses pemadaman, petugas juga dibantu pihak kepolisian dan security Diskominfo.

Fida mengungkapkan, berdasarkan informasi awal yang diterima dari pegawai, kebakaran tersebut diduga sengaja dilakukan oleh oknum karyawan. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pendalaman terkait penyebab dan motif dugaan pembakaran tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang membenarkan adanya dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Polisi telah mengamankan MFA yang merupakan karyawan outsourcing Diskominfo dan bertugas sebagai operator call center.

“Sejauh ini kita sudah melakukan penyelidikan dan sudah mengamankan orang. Dia termasuk orang yang bekerja di Diskominfo,” katanya.

Dari pemeriksaan awal, MFA diduga melakukan aksi tersebut karena merasa kesal dengan lingkungan kerjanya. Ia disebut kerap difoto oleh rekan kerja, kemudian fotonya dimasukkan ke dalam grup, dijadikan bahan olokan hingga dibuat menjadi stiker.

“Dirinya sering difoto, terus dimasukkan grup, dibuat bahan olokan, dijadikan stiker. Dibully,” ungkapnya.

Sebelum kejadian, MFA diduga membeli Pertalite sekitar 30 hingga 40 liter. Bahan bakar tersebut kemudian dibawa ke ruangan yang menjadi lokasi kebakaran.

Menurut keterangan awal MFA, persiapan dilakukan sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WITA. Namun, waktu pasti aksi pembakaran masih didalami karena terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan.

Polisi juga mengamankan barang yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut, salah satunya galon yang diduga digunakan untuk membawa Pertalite.

Terkait adanya informasi dugaan pemukulan terhadap MFA saat diamankan, Elnath mengatakan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut.

“Kalau pemukulan ini belum kita dengar. Kita fokus dari pembakarannya saja,” ujarnya.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk pemeriksaan terhadap MFA dan saksi-saksi yang mengetahui kejadian.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kukar, Sofyan Agus, mengatakan dirinya sedang berada di luar kantor saat kebakaran terjadi.

Menurutnya, bagian yang terbakar hanya ruang rapat beserta sejumlah sarana dan prasarana di dalamnya.

“Yang jelas yang terbakar itu ruangan rapat, artinya sarana dan prasarana di ruangan rapat seperti meja, kursi dan layar,” ungkapnya.

Sofyan membenarkan MFA merupakan karyawan outsourcing yang memang bertugas di ruang rapat tersebut.

“Dia memang yang bertugas di ruang rapat,” ujarnya.

Namun, Sofyan mengaku tidak mengetahui adanya persoalan antara MFA dengan pegawai lainnya sebelum kejadian.

Ia juga memastikan tidak ada dokumen atau berkas penting yang ikut terbakar. Sebab, ruang tersebut hanya digunakan untuk rapat dan berisi meja, kursi serta layar.

“Kalau berkas memang tidak ada karena memang bukan peruntukannya. Kebakarannya juga tidak melebar, hanya di ruang rapat saja,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *