KUKAR: SMA Negeri 4 Tenggarong yang berlokasi di Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, masih menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di gedung SD Negeri 006 Loa Tebu. Hingga kini, pembangunan gedung permanen belum dapat direalisasikan karena proses penerbitan sertifikat lahan masih berlangsung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 4 Tenggarong, Rajudinur, mengatakan sekolah mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026 dengan menerima 34 siswa. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, sekolah kembali membuka satu rombongan belajar sehingga kini memiliki dua rombongan belajar dengan total 57 siswa.
Menurut Rajudinur, keterbatasan sarana tidak mengurangi semangat sekolah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat, khususnya warga Loa Tebu dan wilayah sekitarnya.
Ia menjelaskan, visi SMA Negeri 4 Tenggarong adalah membentuk peserta didik yang religius, beretika, cerdas, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Konsep tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan berwirausaha sesuai dengan potensi daerah.
“Sekolah ini kami konsepkan memiliki nuansa seperti SMA yang memiliki penguatan keterampilan layaknya SMK. Harapannya siswa memiliki bekal kewirausahaan yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar,” ujar Rajudinur kepada dutakaltimnews.com Kamis (30/7/2026).
Rajudinur mengungkapkan, lokasi pembangunan sekolah telah disiapkan di Jalan Cempaka, Kelurahan Loa Tebu, sekitar 600 meter dari jalan poros. Namun, pembangunan masih menunggu selesainya sertifikat lahan seluas dua hektare.
Ia berharap proses administrasi tersebut dapat rampung dalam s atu hingga dua bulan ke depan sehingga sekolah berpeluang memperoleh bantuan pembangunan melalui program revitalisasi pemerintah pada tahun depan. Selain itu, apabila tersedia alokasi anggaran dari APBD Kalimantan Timur, pembangunan juga diharapkan dapat dimulai lebih cepat.
Saat ini, pihak sekolah bersama pemerintah kelurahan dan ketua RT juga berupaya menggandeng perusahaan di sekitar Loa Tebu untuk membantu pembersihan lahan agar proses pengukuran oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat segera dilakukan.
Lebih lanjut, Rajudinur berharap keberadaan SMA Negeri 4 Tenggarong dapat memperluas akses pendidikan bagi lulusan SMP di Loa Tebu, Loa Ulung, Mangkurawang hingga sebagian wilayah Kecamatan Sebulu yang selama ini harus menempuh jarak sekitar 9 hingga 10 kilometer menuju sekolah di pusat Kota Tenggarong.
Selain pembangunan fisik, ia juga berharap sekolah segera terdaftar secara penuh dalam sistem administrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sehingga proses penambahan guru berstatus ASN maupun PPPK dapat dipercepat. Saat ini sebagian besar tenaga pendidik masih berasal dari sekolah lain dengan status penugasan, sementara beberapa guru honorer direkrut untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Sementara itu, Ketua RT 7 Kelurahan Loa Tebu, Arjaman memastikan lahan hibah seluas dua hektare yang disiapkan untuk pembangunan sekolah telah tersedia. Menurutnya, satu-satunya kendala yang masih dihadapi adalah penyelesaian sertifikat lahan.
“Secara administrasi hibah lahan sudah selesai. Tinggal proses sertifikat dari BPN yang masih berjalan. Kalau sertifikat sudah terbit, kami berharap penganggaran pembangunan bisa segera diajukan, baik melalui APBD Perubahan maupun pada tahun anggaran berikutnya,” katanya.
Arjaman berharap proses sertifikasi segera tuntas sehingga pembangunan SMA Negeri 4 Tenggarong dapat segera dimulai dan masyarakat Loa Tebu memiliki sekolah menengah atas negeri dengan fasilitas yang memadai. (and)

















