KUKAR: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Selain memantau perkembangan revisi Undang-Undang Pemilu, partai juga membenahi struktur organisasi hingga melakukan pembinaan ideologi kepada kader.
Ketua DPD Partai Gelora Kukar, H. Suriad, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu kepastian regulasi pemilu, khususnya terkait sistem pemilihan legislatif yang akan diterapkan, apakah menggunakan sistem daftar terbuka atau tertutup.
Menurutnya, kepastian aturan tersebut akan menjadi acuan dalam menyusun strategi partai, termasuk dalam proses penjaringan dan penetapan calon legislatif (caleg).
“Sambil menunggu perubahan Undang-Undang Pemilu, kami tetap bergerak mempersiapkan partai. Salah satunya dengan membenahi struktur kepengurusan dari tingkat kabupaten hingga kecamatan,” kata Suruadi Jumat (17/7/2026).
Ia menjelaskan, pembenahan struktur dilakukan karena sejumlah pengurus sebelumnya sudah tidak aktif, baik karena diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), masa jabatannya berakhir, maupun alasan lainnya. Karena itu, Partai Gelora tengah melakukan rekrutmen pengurus baru agar memenuhi persyaratan verifikasi kepengurusan.
“Sesuai ketentuan, minimal 50 persen kepengurusan di tingkat kecamatan harus terpenuhi. Dari 20 kecamatan di Kukar, kami menargetkan setidaknya 10 kecamatan telah memiliki kepengurusan yang siap diverifikasi,” jelasnya.
Selain penguatan organisasi, DPD Partai Gelora Kukar juga mulai menjalankan program ideologisasi atau pembinaan kader. Program tersebut bertujuan agar para pengurus memahami arah perjuangan dan visi Partai Gelora sehingga memiliki kesamaan pandangan dalam menjalankan aktivitas politik.
Suriad menegaskan, Partai Gelora mengusung visi menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan besar dunia. Menurutnya, partai politik tidak hanya menjadi kendaraan elektoral, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan kebijakan bagi pembangunan bangsa.
“Partai politik itu sejatinya adalah industri pemikiran, tempat melahirkan berbagai kebijakan untuk kemajuan bangsa. Itu yang terus kami tanamkan kepada seluruh kader,” jelasnya.
Di sisi lain, DPD Gelora Kukar juga melengkapi berbagai kebutuhan administratif, mulai dari penyediaan kantor sekretariat, penerbitan surat keputusan (SK) kepengurusan, hingga validasi data anggota.
Ia menyebutkan, data keanggotaan Partai Gelora di Kukar sebenarnya telah tersedia dan kini sedang diperbarui melalui proses validasi, sembari terus membuka rekrutmen anggota baru.
“Kalau mengacu pada data di Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL), jumlah anggota kami sekitar 900 hingga 1.000 orang. Yang terpenting, keanggotaan sudah tersebar di seluruh kecamatan di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (and)

















