KUKAR: Wakil Ketua III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Aini Faridah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanega (Kukar), guna meninjau langsung kondisi jalan di Desa Rantau Hempang yang mengalami kerusakan parah.
Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan bahwa jalan yang masih berupa tanah berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan turun, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas. Kerusakan ini terjadi di sejumlah titik, khususnya pada jalur penghubung Desa Rantau Hempang, Benua Puhun, hingga Desa Teratak.
Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah kepala desa yang sebelumnya mengeluhkan buruknya infrastruktur di wilayah tersebut. Aini menyebut, kondisi jalan yang rusak parah membuat akses antar-desa tidak lagi efektif dan memperlambat mobilitas masyarakat.
“Seharusnya jalan ini bisa menjadi akses pendekat masyarakat dari tiga desa menuju Kecamatan Muara Kaman. Namun karena rusak parah, waktu tempuh menjadi lebih lama,” ujarnya saat di hubungi, Jumat (3/4/2026).
Bahkan, dalam sidak tersebut, rombongan dewan harus menggunakan kendaraan double gardan (4×4) untuk dapat melewati titik-titik jalan yang rusak. Kondisi ini dinilai sangat menghambat aktivitas ekonomi maupun sosial warga setempat.
Aini pun mendorong Pemerintah Kabupaten Kukar, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar segera menjadikan perbaikan jalan tersebut sebagai prioritas pembangunan. Hal ini penting mengingat kondisi jalan yang sudah sangat memprihatinkan dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa proposal pembangunan jalan tersebut sebenarnya telah disetujui oleh Bupati Kukar sebelumnya, Edi Damansyah, pada tahun 2024 lalu. Namun hingga kini, realisasi pembangunan belum juga dilakukan meskipun pengukuran jalan telah dilakukan oleh pihak Dinas PU.
“Pengukuran sudah dilakukan oleh pihak PU, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” tegasnya.
Aini berharap pembangunan jalan penghubung antar-desa di Muara Kaman dapat masuk dalam prioritas anggaran melalui APBD 2027 mendatang. Jika belum bisa dilakukan secara menyeluruh, ia menilai perbaikan bertahap tetap menjadi solusi agar jalan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Masyarakat berharap, meskipun belum semua diperbaiki, setidaknya setiap tahun ada perbaikan di titik-titik yang rusak. Yang penting jalan ini bisa digunakan,” tutupnya. (*van)

















