TENGGARONG-Beberapa pekan terakhir ini terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite, akibatnya antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Tenggarong.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, merasa gerah dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).Kelangkaan BBM bersubsidi ini memunculkan kekhawatiran karena mengakibatkan antrean kendaraan di SPBU yang terhambat hingga ke badan jalan.
Edi Damansyah mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan masalah ini kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Meskipun ada pertemuan antara PJ Gubernur Kaltim dan Pertamina di Jakarta terkait kuota BBM di Kaltim, kondisi di lapangan sangat berbeda dari informasi yang diperoleh.
“Masyarakat Kukar mengeluh karena kesulitan mendapatkan Pertalite di SPBU. Antrian kendaraan yang panjang di SPBU menjadi kekhawatiran yang tidak hanya memprihatinkan tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujar Edi Kamis (14/12/23).
Edi Damansyah mengungkapkan rasa kecewanya terhadap kebijakan yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap kelangkaan BBM tersebut. Meskipun beberapa waktu lalu diluncurkan Fuel Card untuk mengatasi masalah ini, nyatanya permasalahan kelangkaan BBM masih berlanjut.
“Saya merasa kecewa. Sebagai pemerintah daerah, kami diberikan tanggung jawab untuk menangani masalah masyarakat. Namun, kami tidak dianggap ketika menyangkut kebutuhan kuota. Di sisi lain, lembaga yang seharusnya menangani masalah ini masih terlihat tenang saja,” tegasnya.
Meskipun mengemukakan kemungkinan yang agak tidak umum, seperti kemungkinan adanya orang yang ‘gaib’ yang mengambil BBM tersebut, Edi Damansyah menegaskan bahwa situasi ini mempengaruhi masyarakat dan menjadi beban yang besar bagi pemerintah daerah.(dk1)

















