KUKAR : Guna menjawab tantangan pendidikan abad ke-21, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Ditjen Kemendikdasmen) menyelenggarakan pelatihan nasional bagi para guru di bidang coding dan kecerdasan artifisial (AI), Senin (7/7/2025).
Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sebanyak 99 guru sekolah dasar (SD) mengikuti pelatihan tersebut. Mereka tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis dasar pemrograman dan logika algoritma, tetapi juga strategi untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pembelajaran di kelas.
“Transformasi digital dalam pendidikan bukan lagi wacana, tapi kebutuhan. Guru-guru kami perlu dipersiapkan agar bisa membimbing siswa memahami teknologi, bukan hanya menggunakannya,” ungkap Ahmad Nurkhalis, S.Sos., M.Si, Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikbud Kukar.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program nasional Kemendikdasmen yang dirancang untuk membangun kapasitas guru dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Materi pelatihan dirancang komprehensif mulai dari penerapan AI dalam kegiatan belajar, pengembangan kurikulum digital, hingga pembentukan komunitas belajar teknologi antar-guru.
Pelaksanaan dilakukan secara hibrida, menggabungkan metode tatap muka di wilayah prioritas dan pembelajaran daring melalui platform yang disediakan kementerian. Biaya pelatihan ditopang dari Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) baik melalui skema BOSP Kinerja maupun Reguler, tergantung kondisi satuan pendidikan masing-masing.
Nurkhalis menambahkan bahwa pelatihan ini bukan hanya meningkatkan kapasitas individu guru, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antarguru.
“Kami ingin para peserta menjadi agen perubahan di sekolahnya. Ilmu dari pelatihan ini diharapkan bisa menular ke guru-guru lain dan berdampak langsung pada siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, pembentukan komunitas belajar digital yang melibatkan para guru lulusan pelatihan juga didorong sebagai langkah berkelanjutan. Komunitas ini menjadi tempat berbagi praktik baik dan memperkuat adaptasi terhadap teknologi baru dalam proses belajar-mengajar.
Dengan keterlibatan aktif Disdikbud Kukar dalam pelatihan ini, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dalam mendukung visi pendidikan nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
“Semangat Merdeka Belajar harus diwujudkan dalam kompetensi nyata. Guru digital bukan masa depan tapi kebutuhan hari ini,” pungkas Nurkhalis. (Adv/dk)

















