KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja, melalui program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Terbaru, sebanyak 13 peserta pelatihan welder resmi diwisuda dan dilepas untuk memasuki dunia kerja.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kukar, Dendy Fahriza, menyampaikan bahwa para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kukar, di antaranya Muara Jawa, Anggana, Kota Bangun Darat, Muara Badak, Marangkayu, Loa Kulu, Sangasanga, hingga Loa Janan.
“Program ini merupakan kolaborasi dengan SKK Migas melalui program Kukar Siap Kerja Etam Sejahtera. Data peserta mengacu pada P3KE atau DTKS, khususnya dari Desil 1 sampai Desil 5,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, dari 13 peserta tersebut, sebanyak lima orang telah dipastikan bekerja di perusahaan steel di Batam, tiga orang bekerja di perusahaan di Kutai Kartanegara, dan lima lainnya masih dalam proses seleksi di perusahaan di Batam.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga memastikan adanya hilirisasi, yakni peserta dapat langsung terserap ke dunia kerja setelah pelatihan.
“Tujuan utamanya adalah mengentaskan kemiskinan melalui pembukaan lapangan kerja,” katanya.
Dendy menyebutkan, program pelatihan welder ini telah memasuki angkatan ketiga. Pada angkatan pertama terdapat 20 peserta, angkatan kedua 19 peserta, dan angkatan ketiga sebanyak 13 peserta.
Namun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah kendala, khususnya pada angkatan ketiga. Beberapa peserta dilaporkan batal mengikuti pelatihan karena tidak mendapatkan izin dari orang tua, mengingat durasi pelatihan yang mencapai 3,5 bulan.
Selain itu, dari total 39 peserta angkatan pertama dan kedua, sekitar delapan orang bekerja tidak sesuai dengan bidang pelatihannya.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami, termasuk memastikan kesiapan peserta sejak awal, seperti kepastian izin orang tua dan komitmen mengikuti pelatihan hingga selesai,” tuturnya.
Ke depan, Disnaker Kukar akan menerapkan seleksi yang lebih ketat, termasuk tes awal, validasi peserta agar tidak sedang dalam proses rekrutmen lain, serta memastikan izin keluarga sebelum mengikuti medical check-up (MCU).
Selain itu, pihaknya juga akan tetap memprioritaskan peserta dari keluarga kurang mampu berdasarkan data DTKS Desil 1 hingga 5, serta memperluas kerja sama dengan perusahaan di luar SKK Migas.
Untuk memudahkan akses informasi pelatihan, masyarakat dapat memanfaatkan website resmi Disnaker yang akan segera diaktifkan kembali, media sosial Instagram Disnaker, serta aplikasi Kukar Siap Kerja.
Dendy juga memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kutai Kartanegara berada di angka sekitar 4,7 persen, dengan jumlah pencari kerja mencapai 11.055 orang berdasarkan data Disnaker.
Dalam menghadapi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penurunan RKAB batubara, Disnaker Kukar telah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya mendorong pekerja terdampak untuk beralih menjadi wirausaha melalui pelatihan, bantuan alat, serta pendampingan.
“Kami juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, serta menghubungkan dengan program kredit Kukar Idaman dengan bunga nol persen,” jelasnya.
Program ini akan dikolaborasikan dengan sejumlah dinas terkait, seperti Dinas Koperasi, Pertanian, Perkebunan, Pariwisata, serta pihak perusahaan.
Selain itu, Disnaker Kukar juga berencana menggelar job fair dengan sistem terintegrasi yang mempertemukan perusahaan dan pencari kerja melalui platform digital. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di beberapa wilayah, seperti Tenggarong Seberang, Samboja, dan Kota Bangun, menyesuaikan ketersediaan anggaran.
“Target kami adalah menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu mandiri sebagai pelaku usaha, sehingga pengangguran dan kemiskinan dapat ditekan secara berkelanjutan,” tutupnya. (*van)

















