KUKAR : Peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian serius aparat kepolisian menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Meningkatnya aktivitas transaksi serta maraknya penukaran uang pecahan besar ke kecil dinilai rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, menegaskan pihaknya telah melakukan langkah preemtif dengan menggencarkan imbauan kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui media sosial, serta melalui peran Bhabinkamtibmas, Binmas, dan jajaran Satreskrim yang turun langsung ke lapangan.
“Kami terus menghimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap peredaran uang palsu. Edukasi kami lakukan melalui media sosial dan juga anggota di lapangan agar masyarakat lebih waspada,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membedakan uang asli dan palsu, yakni dengan metode 3D yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Dari sisi tekstur, uang asli memiliki permukaan kasar pada bagian tertentu yang dapat dirasakan saat diraba.
“Lembar uang asli memiliki tekstur khas. Kemudian ada benang pengaman yang harus terlihat jelas jika diperiksa dengan cermat. Selain itu, terdapat gambar atau tanda air yang bisa diterawang saat diarahkan ke cahaya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak kembali mengedarkan uang yang diduga palsu. Jika menerima uang palsu, baik saat transaksi maupun sebagai kembalian, warga diminta segera melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat.
“Jangan ditransaksikan lagi. Segera laporkan kepada kami supaya bisa dilakukan penyelidikan dan pengembangan,” tegasnya.
Menjelang Lebaran, jasa penukaran uang biasanya bermunculan di pinggir jalan. Polisi mengimbau agar masyarakat hanya menukar uang di tempat resmi seperti bank atau money changer berizin guna menghindari risiko mendapatkan uang palsu.
“Kalau ingin menukar uang nominal besar ke kecil, lakukan di bank atau tempat resmi. Jangan menukar di pinggir jalan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Roganda juga menyarankan masyarakat memperhatikan nomor seri uang. Biasanya, uang palsu memiliki nomor seri yang sama atau berurutan dalam jumlah banyak dalam satu bendel. Selain itu, uang palsu kerap terlihat terlalu baru dan dibendel rapi sehingga perlu ketelitian ekstra saat menerima.
Polres Kukar memastikan akan meningkatkan pengawasan selama momen Ramadan hingga Idulfitri, termasuk pada aktivitas penukaran uang dan transaksi tunai di pusat keramaian. (*van)

















