Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

TPU Km 15 Diintegrasikan sebagai Ruang Resapan Air Kota

149
×

TPU Km 15 Diintegrasikan sebagai Ruang Resapan Air Kota

Share this article
c6e61042 ead6 400a 8991 fe72f0750762
TPU Km 15 di Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara. (Foto: Ist/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Kota Balikpapan tak hanya dikenal sebagai kota energi, tetapi kini juga mulai melahirkan inovasi tata kelola permakaman ramah lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus mempercepat penataan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kilometer 15, sebagai makam terpadu berbasis Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kawasan resapan air.

TPU yang menampung pemakaman lintas agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha hingga Konghucu, ini digagas sebagai model pemakaman masa depan, dengan fungsi ekologis untuk menjawab tantangan keterbatasan ruang dan kebutuhan konservasi air.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan konsep kawasan tersebut berbeda dari makam konvensional yang identik dengan kijing beton dan nisan batu.
“Karena ini makam terpadu, area Muslim kami desain dengan pendekatan ekologis. Lahannya sekitar 17 hektare dan ditata tanpa kijing. Sebagai gantinya, kami gunakan plakat datar serta rumput di kiri dan kanan makam agar rapi dan tanah optimal menyerap air,” ujarnya, pada hari Senin, 17 November 2025, di Balai Kota Balikpapan.

Balikpapan merupakan kota dengan keterbatasan sumber air baku. Oleh sebab itu, pemakaman tidak lagi dipandang sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga bagian dari sistem resapan air alami.

Sudirman menegaskan, TPU Km 15 akan menjadi zona penyangga ekologis. “Balikpapan ini kondisi airnya sulit. Kita hanya mengandalkan waduk dan hujan. Maka kita butuh kawasan yang menjadi resapan air, salah satunya lokasi permakaman,” tegasnya.

Dengan rumput yang menutupi kontur tanah, air hujan dapat meresap lebih efektif sehingga mengurangi potensi banjir maupun aliran permukaan (run off).

Konsep makam terpadu pertama kali diterapkan ketika pemakaman korban Covid-19 ditempatkan di kawasan tersebut. Sejak saat itu, DLH terus melanjutkan pembenahan.

Sejumlah fasilitas kini tersedia mulai jalan beraspal; kantor penjaga pemakaman; musala; penerangan malam.

Tahun 2025, DLH akan melakukan penataan lanjutan, mengingat kontur tanah di kawasan itu berbukit dan memiliki potensi longsor jika tidak ditata dengan baik.

Sudirman mencontohkan kejadian longsor yang pernah terjadi di Pemakaman Gunung Guntur, sebagai pelajaran penting pentingnya desain pemakaman yang memperhatikan keselamatan lingkungan.

Konsep TPU ini sejalan dengan tren nasional dan global yang tengah mengembangkan green burial atau pemakaman hijau yakni integrasi pemakaman dan ruang terbuka hijau dan konservasi air melalui kawasan resapan alamiah. Jika berhasil, Balikpapan berpeluang menjadi kota percontohan pemakaman ekologis di Indonesia.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *