KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bersama Pemerintah Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, melakukan peninjauan ke lokasi bendungan Marangkayu yang jebol.
Kegiatan peninjauan tersebut dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kukar, Ahyani Fadianur Diani, didampingi oleh Camat Marangkayu AR Ambo Dalle, Kepala Desa Semangko Ansar. K, dan perwakilan dari Dinas PU.
Kepala Desa Semangko, Ansar. K, menyatakan bahwa peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari pembangunan Bendungan Marangkayu. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) fokus pada mengantisipasi risiko jika terjadi luapan air.
Ada empat desa yang bisa terkena dampak jika terjadi keadaan darurat di Bendungan Marangkayu, seperti luapan air yang tak terkendali di Desa Sebuntal, sebagian Bunga Putih, sebagian Semangkok, dan Tanjung Limau.
“Saya berharap dari tindak lanjut bendungan Marangkayu ini dapat direncanakan dengan sebaik-baiknya dan tidak merugikan masyarakat setempat,” ungkapnya.
Ansar mengungkapkan bahwa bendungan ini telah jebol sejak akhir tahun 2022. Rencananya, perbaikan akan dilakukan tahun ini atau tahun anggaran murni tahun depan.
Bendungan ini selain untuk menahan kiriman air dari Sungai Santan, juga sebagai saluran irigasi persawahan dengan luasannya mencapai 1.000 hektar.
“Harapannya, pembangunan waduk ini segera dimulai dan saluran irigasi bisa maksimal untuk petani. Bendungan ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena salah satunya untuk mengairi sawah yang ada di Marang Kayu,” tutupnya. (adv/dk1)

















