Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Tak Ada Peraih Adipura 2025, Balikpapan Jadikan Momentum Percepat Pengurangan Sampah 50 Persen

84
×

Tak Ada Peraih Adipura 2025, Balikpapan Jadikan Momentum Percepat Pengurangan Sampah 50 Persen

Share this article
4cf1a744 de4e 4062 be2e 915796f70683
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Ketiadaan satu pun kabupaten/kota penerima Piala Adipura maupun Adipura Kencana pada 2025 menjadi tantangan nasional dalam pengelolaan sampah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo menegaskan, kegagalan tersebut dipicu belum terpenuhinya indikator utama, terutama kemampuan daerah dalam mengurangi timbulan sampah.

Menurut Bagus, skema penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup membagi kategori dari nilai di bawah 60 masuk kota kotor, 60–75 mendapat sertifikat, 75–80 meraih Adipura, dan 80–85 berpeluang memperoleh Adipura Kencana. Namun, ada syarat krusial yakni pengurangan sampah minimal 50 persen dari sumbernya.

“Saat ini Balikpapan baru mampu menekan pengurangan sampah rumah tangga sekitar 30 persen. Jadi belum ada daerah yang mendapatkan Adipura ataupun Adipura Kencana tahun ini,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Pemkot Balikpapan kini memfokuskan langkah percepatan menuju target 50 persen. Sejumlah program dijalankan, mulai dari pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS), penguatan gerakan pilah sampah dari rumah, pengolahan kompos, hingga pengembangan budidaya maggot di sejumlah kampung.

Program maggot dinilai efektif mengurai sampah organik sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi warga. Di sisi lain, edukasi pemilahan sampah dari sumber terus digencarkan agar pengurangan tidak hanya terjadi di hilir (TPA), tetapi dimulai dari hulu yakni rumah tangga.

Pemerintah pusat bahkan menargetkan pengelolaan sampah nasional mendekati nol persen pada 2029. Target ambisius ini menuntut komitmen serius seluruh daerah, termasuk Balikpapan.

Dengan tidak adanya peraih Adipura 2025 menunjukkan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar secara nasional. Data penilaian menyebutkan, terdapat 35 kabupaten/kota berpredikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih, Balikpapan salah satunya. Sebanyak 253 daerah masuk kategori dalam pembinaan, dan 132 daerah tergolong sangat kotor sehingga berada dalam pengawasan.

Dalam kinerja pengelolaan sampah 2025, Balikpapan meraih posisi terbaik kedua secara nasional, sementara peringkat pertama diraih Surabaya. Meski demikian, tanpa capaian pengurangan 50 persen, trofi Adipura belum bisa diraih.

“Ini momentum bagi kita untuk berbenah. Pengurangan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha,” tegas Bagus.

Kolaborasi yang diperkuat dan strategi berbasis pengurangan dari sumber, Pemkot Balikpapan optimistis dapat menembus ambang 50 persen, memperbaiki posisi dalam penilaian mendatang, dan kembali bersaing meraih Adipura.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *