BALIKPAPAN: Ramadan tahun ini dimaknai sebagai momentum kebangkitan solidaritas sosial di Kota Balikpapan. Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, mengajak masyarakat menjadikan bulan suci bukan hanya sebagai ruang meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian dan semangat berbagi.
Pesan itu disampaikannya saat menghadiri penyaluran zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Balikpapan kepada para mustahik, Sabtu (28/2/2026), di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center.
Dana yang dihimpun harus benar-benar disalurkan kepada warga yang berhak, baik untuk kebutuhan pendidikan mahasiswa, kebutuhan keluarga kurang mampu, maupun saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. “Ini amanah besar,” ucapnya.
Rahmad mengapresiasi kepercayaan masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Ia menyebut peningkatan penghimpunan zakat sebagai indikator tumbuhnya kesadaran kolektif warga Balikpapan.
Jika tahun sebelumnya capaian penghimpunan berada di kisaran Rp4,5 miliar, tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp10 miliar. Lonjakan tersebut dinilai sebagai lompatan besar dalam semangat berbagi.
“Ke depan bukan hanya naik dua kali lipat, tetapi bisa jauh lebih besar lagi. Artinya, semakin banyak masyarakat yang menjadi pemberi zakat. Ini harapan kita,” katanya optimistis.
Dalam suasana penuh haru, Rahmad bahkan mendoakan agar para penerima zakat suatu hari dapat bertransformasi menjadi muzakki. Baginya, perubahan status dari mustahik menjadi pemberi zakat adalah simbol keberhasilan pembangunan kesejahteraan.
“Mudah-mudahan tahun depan Ibu dan Bapak sudah tidak lagi datang sebagai penerima, tetapi sebagai pemberi zakat. Itu bukan hal mustahil jika kita terus berusaha dan berdoa,” tuturnya.
Bantuan tunai minimal Rp500.000 pun disalurkan kepada para mustahik. Pemerintah Kota memastikan distribusi dilakukan tertib dan aman, serta membuka ruang pelaporan jika terdapat kendala dalam penerimaan bantuan.
Rahmad juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukan diukur dari jabatan atau fasilitas, melainkan dari keikhlasan dalam melayani masyarakat. “Kalau dijalankan dengan ikhlas, insya Allah terasa ringan dan penuh keberkahan.Menjadi pemimpin itu amanah,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh warga mendoakan bangsa dan para pemimpin agar diberi kekuatan dalam menjalankan tanggung jawab. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat disebutnya sebagai fondasi utama membangun Balikpapan yang lebih sejahtera dan berkeadilan.(las)

















