BALIKPAPAN-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni membuka Forum Perangkat Daerah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur, di Ballroom Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (4/3/2024).
Sekda Sri Wahyuni mengungkapkan agenda forum rencana kerja perangkat daerah merupakan amanat dari Kementerian Dalam Negeri agar seluruh perangkat daerah menyusun rencana kerja satu tahun kedepan, yang mulai aktif dilaksanakan pada bulan Februari-Maret, dimana rencana kerja tersebut harus di konfirmasi dengan mitra kerja baik dari lingkup pemerintah daerah kabupaten/kota maupun lembaga non pemerintah.
“Rancangan awal rencana kerja ini harus diselaraskan dengan perangkat daerah terkait pengampu kegiatan perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah di masing-masing kabupaten/kota. Agar apa yang dilaksanakan kedepan menjadi satu koridor bersama, tidak berjalan sendiri-sendiri,” ungkap Sri Wahyuni.
Melalui forum ini, Sekda Sri mengatakan peserta yang berasal dari perangkat darerah terkait kabupaten/kota di satu sisi mendapatkan informasi apa saja yang menajdi major project Provinsi Kaltim, dan apa saja yang bisa disinergikan dengan kabupaten/kota. Salah satunya terkait zonasi industri yang bisa dikembangkan dengan masing-masing daerah kabupaten/kota yang nantinya terkoneksi dengan apa yang sudah dilakukan ataupun yang akan dilakukan Provinsi Kaltim.
“Sebagai Superhub IKN, Pemprov Kaltim telah mengembangkan sejumlah kawasan industri, yaitu Kawasan Industri Kariangau (KIK), Kawasan Industri Buluminung dan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan. Selain itu, kita juga harus berkomitmen agar Kaltim mendapatkan banyak manfaat dari hadirnya IKN, untuk itu perlu memberikan sebuah keputusan untuk keunggulan komparatif masing-masing kabupaten/kota yang secara khusus dikembangkan menjadi hilirisasi industri,” kata Sri.
Salah satu contoh, Sri Wahyuni menyebut Kutai Timur dengan komoditi pisang kepok yang sudah di ekspor. Kedepan tidak hanya ekspor bahan baku saja, tetapi bisa dikembangkan hilirisasi produk dari pisang kepok.
“Hilirisasi industri seperti ini nanti menjadi cikal bakal untuk pusat-pusat kawasan investasi daerah. Yang jelas jangan pernah berhenti berkomunikasi dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait pengampu indagkop UKM di Kaltim, agar bisa saling bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya percepatan hilirisasi industri,” pungkasnya.
Kepala Dinas PPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan Forum Renja kali ini mengangkat tema “Optimalisasi diversifikasi ekonomi yang didukung percepatan hilirisasi industri, modernisasi koperasi, UKM didukung sistem perdagangan yang efektif dan efisien”. Dengan menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya dari Kementerian Koperasi dan IKM, Kepala Dinas PPKUKM Jawa Barat dan akademisi Unmul.
“Kita ajan berdiskusi terkait su-isu aktual dan strategis di bidang industri, perdagangan, koperasi dan UKM baik di Kaltim, nasional, regional dan global. Melalui forum ini kita harapkan sektor indagkop UKM dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Kaltim melalui hilirisasi industri,” kata Heni.(*)

















