Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONAL

SATRIA 2026–2027, Dorong Inovasi Pembelajaran Transformatif Berbasis Riset di Kampus

214
×

SATRIA 2026–2027, Dorong Inovasi Pembelajaran Transformatif Berbasis Riset di Kampus

Share this article
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), secara resmi meluncurkan Program Pendanaan Saintek Riset Pembelajaran Transformatif (SATRIA) Tahun 2026–2027, yang dilaksanakan secara daring. (Dok. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi)
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), secara resmi meluncurkan Program Pendanaan Saintek Riset Pembelajaran Transformatif (SATRIA) Tahun 2026–2027, yang dilaksanakan secara daring. (Dok. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi)
Example 468x60

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek), secara resmi meluncurkan Program Pendanaan Saintek Riset Pembelajaran Transformatif (SATRIA) Tahun 2026–2027, yang dilaksanakan secara daring, Selasa (3/11).

Program yang didukung pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat inovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi melalui pengembangan model pembelajaran transformatif berbasis riset pada level mata kuliah.

Peluncuran dilakukan dengan melibatkan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I–XVII, pimpinan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM), dosen, akademisi, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari seluruh wilayah Indonesia.

Direktur SSPT Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, yang mewakili Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak cukup dilakukan melalui perubahan kebijakan, kurikulum, maupun pemanfaatan teknologi semata, tetapi harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa.

“Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para dosen dalam mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran transformatif melalui kegiatan riset yang sistematis, terukur, dan berbasis bukti empiris,” ujar Direktur SSPT.

Menurut Direktur SPPT, Program SATRIA diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menerapkan pembelajaran transformatif, menghasilkan model pembelajaran inovatif berbasis riset pada level mata kuliah, serta mendorong diseminasi hasil pengembangan melalui publikasi ilmiah, buku referensi, perangkat pembelajaran, dan dokumentasi praktik baik yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto, dalam sambutannya menegaskan komitmen LPDP untuk mendukung pendanaan riset yang mampu menghasilkan inovasi dan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem pendidikan tinggi. Dukungan tersebut bersumber dari Dana Abadi Penelitian yang dikelola LPDP sehingga pelaksanaan program harus tetap mengedepankan prinsip penelitian yang sistematis, akuntabel, dan berorientasi pada dampak.

“Kami dari LPDP berkomitmen untuk mendanai kegiatan ini. Karena didanai dari Dana Abadi Penelitian, sesuai tata kelola, kegiatan ini harus merupakan kegiatan riset,” tegas Direktur Ayom.

Lebih lanjut, Direktur Ayom menyampaikan harapannya agar Program SATRIA dapat menghasilkan berbagai terobosan pembelajaran, termasuk pengembangan bahan ajar inovatif serta pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan Learning Management System (LMS), yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi perguruan tinggi.

Program SATRIA menyediakan pendanaan maksimal Rp200 juta untuk setiap usulan, termasuk pajak, dengan mekanisme penyaluran bertahap sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan riset direncanakan berlangsung pada Desember 2026 hingga September 2027, disertai pemantauan, pendampingan, dan evaluasi secara berkala. Luaran program mencakup model pembelajaran transformatif yang telah diimplementasikan dan diuji, publikasi ilmiah, buku referensi ber-ISBN, perangkat pembelajaran, dokumentasi video, serta kekayaan intelektual.

Dalam acara sosialisasi program SATRIA tahun 2026-2027, ada empat sesi paparan yang disampaikan oleh para narasumber, yaitu Neneng Khafidho selaku Ketua Tim Kerja Model Pembelajaran Transformatif menyampaikan materi tentang Kebijakan Petunjuk Teknis Program SATRIA; Uwes Anis Chaeruman menyampaikan materi tentang Konsep Pembelajaran Transformatif; Hartoto menyampaikan tentang Mekanisme Proposal Program SATRIA; dan M.Syahid menyampaikan materi tentang Sistem Aplikasi Pendaftaran Program SATRIA.

Kegiatan Peluncuran dan Sosialisasi Program SATRIA Tahun 2026–2027 mendapat sambutan positif dengan antusiasme tinggi dari 1.000 peserta yang mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting. Ratusan partisipasi juga terlihat melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi Kemdiktisaintek, sehingga memperluas jangkauan diseminasi informasi kepada sivitas akademika dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi di seluruh Indonesia. Antusiasme ini mencerminkan tingginya perhatian dan komitmen komunitas pendidikan tinggi dalam mendukung pengembangan inovasi pembelajaran transformatif berbasis riset yang berkelanjutan.

Melalui Program SATRIA, Kemdiktisaintek mengajak seluruh perguruan tinggi dan LLDikti untuk memperkuat kolaborasi, memfasilitasi partisipasi dosen, serta mengintegrasikan hasil inovasi ke dalam praktik pembelajaran secara berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi pengungkit transformasi pendidikan tinggi yang berbasis bukti, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan selaras dengan semangat Diktisaintek Berdampak.

Informasi mengenai persyaratan, mekanisme pengusulan, seleksi, dan ketentuan program dapat diakses melalui sistem informasi Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif serta petunjuk teknis Program SATRIA Tahun 2026–2027.

 

(Sumber: kemdiktisaintek.go.id)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *