Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONAL

Hadapi Dinamika Pasar Modal dan Rupiah, Wamenko Dradjad Tekankan Pentingnya Mencermati Fundamental Ekonomi

213
×

Hadapi Dinamika Pasar Modal dan Rupiah, Wamenko Dradjad Tekankan Pentingnya Mencermati Fundamental Ekonomi

Share this article
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam diskusi pada forum Business Talk Kompas TV, di Jakarta. (Dok. Menteri Koordinator Bidang Pertanian)
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam diskusi pada forum Business Talk Kompas TV, di Jakarta. (Dok. Menteri Koordinator Bidang Pertanian)
Example 468x60

JAKARTA – Dinamika pasar modal dan pergerakan nilai tukar rupiah perlu disikapi dengan mencermati kondisi fundamental ekonomi secara menyeluruh. Di tengah berbagai tantangan dan perkembangan global, penguatan transparansi, tata kelola, serta penegakan hukum menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

“Presiden di dalam rapat kabinet, paripurna ya, itu menegaskan kita harus melakukan perbaikan-perbaikan yang fundamental atas pasar modal kita,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam diskusi pada forum Business Talk Kompas TV, di Jakarta, Selasa (3/11).

Pada kesempatan tersebut, Wamenko Dradjad menjelaskan bahwa perbaikan fundamental pasar modal perlu diarahkan pada peningkatan transparansi dan tata kelola, termasuk upaya mencegah praktik manipulasi saham atau “goreng-gorengan”. Langkah tersebut diperlukan agar pasar modal Indonesia semakin kredibel dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para investor.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah perkembangan penilaian penyedia indeks global MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Adanya ancaman perubahan klasifikasi Indonesia dari kategori emerging market menjadi standalone market perlu dicermati secara serius. Menurut Wamenko Dradjad, pembenahan pasar modal memang harus terus dilakukan, namun penilaian terhadap Indonesia juga perlu mempertimbangkan kondisi dan perkembangan reformasi yang sedang berjalan secara objektif dan proporsional.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, pemerintah mendorong penguatan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham, termasuk pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Peningkatan transparansi tersebut diharapkan dapat mendukung proses penilaian investor sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Wamenko Dradjad juga mengingatkan investor, khususnya investor ritel, agar tidak mengambil keputusan secara terburu-buru dalam merespons dinamika pasar. Keputusan investasi perlu didasarkan pada pertimbangan rasional, dengan memperhatikan fundamental dan prospek perusahaan serta orientasi investasi jangka panjang. Dengan demikian, perkembangan informasi dari penyedia indeks dapat disikapi secara proporsional tanpa memicu kepanikan di pasar.

Di sisi lain, penguatan pasar modal juga perlu diikuti dengan peningkatan pengawasan dan penegakan hukum. Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi penting, terutama dalam memastikan kepatuhan emiten terhadap ketentuan yang berlaku dan menindak pelanggaran yang dapat merugikan investor. Selain itu, edukasi kepada investor perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki pemahaman yang memadai sebelum mengambil keputusan investasi.

Terkait pergerakan nilai tukar rupiah, Wamenko Dradjad menekankan pentingnya melihat kondisi secara komprehensif dan tidak hanya berfokus pada fluktuasi harian. Beliau mengingatkan bahwa sejumlah prediksi pelemahan rupiah yang pernah disampaikan sebelumnya, seperti perkiraan menembus Rp20.000 per dolar AS pada Oktober 2025 dan mencapai Rp25.000 per dolar AS pada Semester I 2026, tidak terjadi. Oleh karena itu, penilaian terhadap risiko nilai tukar perlu didasarkan pada perkembangan fundamental dan berbagai faktor yang memengaruhinya.

Dalam menjaga ketahanan nilai tukar, Wamenko Dradjad menyampaikan bahwa Indonesia juga memiliki sejumlah sumber devisa yang perlu terus diperkuat, antara lain sektor pariwisata hingga kontribusi pekerja migran Indonesia. Penguatan sumber-sumber devisa tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan eksternal di tengah dinamika perekonomian global.

Selain itu, Wamenko Dradjad menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk pergeseran transaksi dari toko fisik ke platform daring pada sejumlah kategori barang. Perkembangan tersebut perlu dicermati karena turut memengaruhi aktivitas ekonomi domestik dan perlu menjadi perhatian dalam upaya memperkuat daya saing produk nasional.

Wamenko Dradjad menegaskan bahwa dinamika pasar modal dan nilai tukar perlu direspons dengan langkah pembenahan yang konsisten, disertai penilaian yang rasional terhadap kondisi ekonomi. Dukungan masyarakat penting, agar tidak mudah panik, investor juga diharapkan dapat mencermati berbagai informasi secara menyeluruh dan tidak hanya bertumpu pada satu indikator atau penilaian dari satu penyedia indeks.

“Kita juga punya index provider yang lain, index provider yang lain tidak menurunkan status Indonesia. Kalau berpikir rasional begitu, tidak panik, ya tentu tidak akan terlalu goyang,” pungkas Wamenko Dradjad.

 

(Sumber: ekon.go.id)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *