KUKAR : Pemerintah Kecamatan Samboja Barat terus memberikan dukunganterhadap sektor pertanian yang kini mulai menunjukkan geliat positif. Apalagi dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN), pertanian menjadi sektor yang sangat menjanjikan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menegaskan bahwa pertanian menjadi sektor unggulan yang mampu menyuplai kebutuhan pasar Balikpapan, khususnya dari Kelurahan Bukit Merdeka yang kini berkembang menjadi sentra hidroponik.
“Hidroponik di Bukit Merdeka itu sekarang menjadi pusat. Bahkan 80 persen pasokan hidroponik ke Balikpapan berasal dari sana,” jelas Burhanuddin Rabu (14/5/2025).
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kunjungan dari lembaga provinsi, Otorita IKN, dan badan pendukung lainnya.
Selain hidroponik, potensi pertanian lainnya juga tersebar di wilayah seperti Kelurahan Karya Merdeka, Sungai Merdeka, hingga Salo Api Laut. Komoditas unggulan seperti tomat, timun, cabai, hingga pepaya kini mulai dikembangkan secara intensif oleh para petani setempat.
Burhanuddin juga menyebut adanya kelompok tani yang sudah mapan dan produktif, seperti Kelompok Rawa Lombor. “Ada petani bernama Pak Selamet, dalam dua bulan bisa panen timun hingga mendatangkan omzet ratusan juta rupiah,” ungkapnya.
Pertumbuhan pertanian yang pesat ini juga tak lepas dari letak strategis Samboja Barat yang berdekatan dengan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Sayangnya, meskipun pernah dijanjikan adanya kerja sama dengan pihak IKN, hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.
“Kita siap bekerja sama kapan saja. Sayang sekali sampai sekarang belum ada progres. Padahal kalau ada kontrak langsung, harga bisa lebih bagus untuk petani,” kata Burhanuddin.
Untuk itu, pemerintah kecamatan berharap dukungan terhadap kelompok tani bisa terus ditingkatkan, baik dari sisi pembinaan maupun bantuan sarana dan prasarana.
“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah alat pertanian, sistem irigasi yang baik, dan peningkatan akses jalan ke lahan pertanian,” ujarnya.
Dengan akses yang lebih baik dan dukungan teknis yang memadai, Camat optimistis Samboja Barat bisa menjadi lumbung sayuran modern yang menopang kebutuhan wilayah sekitar, sekaligus mendorong kesejahteraan petani lokal secara berkelanjutan. (Adv/dk)

















