BALIKPAPAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, pada Senin (12/1/2026). Peresmian ini menandai babak baru penguatan ketahanan energi nasional, sekaligus mengukuhkan Balikpapan sebagai salah satu episentrum industri migas Indonesia.
Proyek strategis nasional yang digarap PT Pertamina (Persero) ini menelan investasi hingga Rp123 triliun. Pengembangan kilang minyak mentah tersebut telah dimulai sejak 2016 dan kini memasuki fase operasional penuh setelah melalui proses modernisasi berskala besar.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan RDMP Balikpapan dirancang sebagai kilang modern dengan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir.
“RDMP Balikpapan dibangun secara terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku, jaringan pipa transfer, hingga proses produksi di kilang,” ujar Baron dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026).
Dalam proyek ini, Pertamina memodernisasi kilang eksisting melalui pembangunan 21 unit proses baru dan 13 unit utilitas pendukung, serta merevitalisasi empat unit utama pengolahan.
Modernisasi ini ditujukan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan kilang, sekaligus menghasilkan BBM berkualitas tinggi yang memenuhi standar lingkungan dan spesifikasi terbaru.
Di sisi rantai pasok, Pertamina juga memperkuat infrastruktur pendukung dengan membangun dua tangki penyimpanan minyak mentah berkapasitas masing-masing satu juta barel. Jaringan pipa penerimaan minyak, baik onshore maupun offshore, turut diperluas guna memastikan kelancaran suplai bahan baku.
Tak hanya itu, fasilitas Single Point Mooring (SPM) dibangun untuk melayani kapal tanker berkapasitas hingga 320.000 DWT, sehingga memungkinkan kilang menerima pasokan minyak mentah dalam jumlah besar secara lebih efisien.
RDMP Balikpapan dikembangkan melalui tiga tahap utama, mulai dari pekerjaan pendahuluan, pembangunan fasilitas inti kilang, hingga penguatan sistem logistik minyak mentah. Seluruh tahapan dirancang untuk menjamin kontinuitas pasokan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional kilang.
Baron menegaskan RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek kilang terbesar yang saat ini dijalankan Pertamina dan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas pengolahan minyak domestik.
“RDMP Balikpapan menjadi pondasi penguatan sistem energi nasional. Melalui infrastruktur terintegrasi ini, Pertamina memastikan pasokan minyak mentah tetap andal serta operasional kilang berjalan lebih efisien dan berkelanjutan,” pungkasnya.(las)

















