KUKAR: Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menetapkan program pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat sebagai fokus utama pada tahun 2024. Dua program ini didorong untuk memberikan kemudahan dalam meningkatkan ekonomi warga setempat.
Kecamatan Muara Badak berada pada wilayah pesisir, memiliki kondisi yang beragam, baik dalam pemerataan pembangunan maupun peningkatan sumber daya manusia (SDM). Saat ini, pemerintah kecamatan berupaya mendukung agar pembangunan di Muara Badak semakin maju.
Camat Muara Badak, Arpan, mengatakan bahwa prioritas program di Kecamatan Muara Badak berkaitan dengan infrastruktur dasar yang masih belum maksimal, seperti jalan lingkungan.
“Alhamdulillah infrastruktur utama seperti Rumah Sakit dan Jembatan Sambera sudah selesai. Namun, infrastruktur lain di desa perlu dibangun kembali dan dimaksimalkan pembangunannya, tentu dengan dana dari Kabupaten, Dana Desa (DD), dan Alokasi Dana Desa (ADD),” kata Arpan,Senin (27/5/24).
Ia menekankan bahwa kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan rumah sakit sangat diperlukan oleh masyarakat. Pemerintah secara bertahap mulai memenuhi kebutuhan tersebut dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, ada juga program pemberdayaan aparatur melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan SDM yang didanai oleh DD dan ADD. Tahun ini, beberapa kegiatan akan dilakukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar mampu menambah penghasilan keluarga.
“Harapan kami ke depan, anggaran bisa lebih meningkat. Memang anggaran setiap tahun meningkat, tetapi jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur dan lainnya masih belum mencukupi. Untuk itu, kami berharap anggaran APBD Kukar bisa lebih maksimal sehingga anggaran itu dapat diserap oleh kecamatan dan desa,” pungkasnya. (adv/dk1)

















