BALIKPAPAN: Perusahaan Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mencatat peningkatan signifikan produksi air bersih sepanjang tahun 2025. Kondisi debit air yang kian stabil membuat perusahaan daerah tersebut siap membuka pemasangan sambungan baru dalam skala lebih besar, namun tetap dilakukan secara terukur dan bertahap.
Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin, mengatakan peningkatan produksi air didukung oleh sejumlah langkah strategis, mulai dari optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA), peralihan sistem operasi, hingga peningkatan kapasitas (uprating) pada beberapa IPA yang sebelumnya mendekati batas maksimal.
“Produksi air kita di tahun 2025 sudah meningkat cukup tinggi. Debit air relatif aman karena didukung optimalisasi sistem operasi dan uprating di sejumlah IPA,” ujar Yudhi, Jumat (2/1/2026).
Selain penguatan internal, PTMB juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait rencana penambahan sumur baru. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan sumber air baku, sebagai penopang sistem suplai air bersih jangka menengah hingga jangka panjang.
Meski tren produksi air menunjukkan peningkatan positif, Yudhi menegaskan bahwa pemasangan sambungan baru tetap dilakukan secara hati-hati. Hal ini untuk menjaga keseimbangan antara kapasitas produksi dan kebutuhan pelanggan yang sudah terlayani.
“Di tahun ini pemasangan sambungan baru memang agak melambat. Bukan karena kendala besar, tetapi karena kami harus memastikan debit air benar-benar siap. Prinsipnya, air tersedia dulu, baru sambungan dipasang,” tegasnya.
Saat ini, PTMB memprioritaskan penguatan infrastruktur jaringan, mulai dari pipa transmisi hingga pipa induk distribusi. Setelah jaringan utama dinilai aman, pembenahan akan dilanjutkan pada jaringan sekunder hingga sambungan rumah.
“Perbaikan jaringan dari hulu ke hilir menjadi fokus utama. Kalau jaringan kuat, pelayanan ke pelanggan akan lebih optimal dan risiko gangguan dapat ditekan,” jelas Yudhi.
Terkait permohonan sambungan baru, PTMB mencatat sekitar 7.000 calon pelanggan masih berada dalam daftar tunggu. Perusahaan menargetkan seluruh daftar tersebut dapat terlayani pada tahun 2026, kecuali untuk wilayah yang belum memiliki jaringan pipa induk.
“Insyaallah, pemasangan sambungan baru akan kita buka cukup besar. Targetnya, pada 2026 seluruh daftar tunggu bisa terselesaikan, kecuali area yang memang belum tersedia pipa induk,” katanya.
Untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan distribusi, PTMB terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta instansi terkait seperti Dinas PUPR guna mempercepat pembangunan infrastruktur pipa.
“Air bersih bukan sekadar layanan, tetapi kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin memastikan setiap tetes air mengalir secara adil, berkelanjutan, dan penuh tanggung jawab,” pungkas Yudhi Saharuddin.(las)

















