BALIKPAPAN: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Balikpapan memberikan sejumlah catatan, terkait kesiapan operasional tol fungsional menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dijadwalkan dibuka sementara selama periode arus mudik Lebaran 2026.
Catatan tersebut disampaikan Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, pada hari Kamis (12/3/2026).
Ruas tol fungsional menuju kawasan IKN dijadwalkan mulai dibuka Jumat, 13 Maret 2026 pukul 06.00 Wita dan akan beroperasi sementara hingga 29 Maret 2026, guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Menurut Jerrold, secara umum jalur tol fungsional yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan IKN dinilai telah siap digunakan oleh masyarakat. Namun demikian, kepolisian menilai masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait jam operasional serta faktor keselamatan pengguna jalan.
“Kami minta menjadi perhatian bersama, khususnya terkait jam operasional karena pada pukul 06.00 kondisi di lapangan masih cukup gelap. Ini yang harus kita perhatikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi pencahayaan yang masih terbatas di beberapa titik jalur tol perlu disosialisasikan kepada masyarakat, agar pengguna jalan tetap berhati-hati saat melintasi ruas tol yang masih bersifat fungsional tersebut.
Selain itu, kepolisian juga menyoroti rencana pelaksanaan Salat Idulfitri di kawasan IKN yang diperkirakan akan menarik mobilitas masyarakat dalam jumlah besar.
Pihak pengelola tol disebut tengah mempertimbangkan pembukaan jalur lebih awal, yakni sekitar pukul 05.00 Wita, guna mengakomodasi masyarakat yang ingin menuju lokasi pelaksanaan Salat Id. Namun rencana tersebut dinilai perlu dikaji lebih lanjut.
“Apabila tol dibuka pukul 05.00 wita tentu harus menjadi perhatian, karena kondisi masih gelap, sedangkan di beberapa titik belum sepenuhnya tersedia penerangan seperti pada tol yang sudah beroperasi penuh,” jelasnya.
Jerrold juga mengingatkan adanya potensi peningkatan arus kendaraan menuju kawasan IKN pada saat pelaksanaan Salat Idulfitri. Mobilisasi masyarakat dalam jumlah besar dikhawatirkan dapat menimbulkan kerawanan di jalur tol jika tidak diantisipasi sejak awal.
“Kita perlu antisipasi agar tidak menimbulkan potensi kerawanan di jalur tol, jika ada pergerakan masyarakat dalam jumlah besar menuju IKN untuk Salat Id,” terangnya.
Meski demikian, ia menyebut masyarakat masih memiliki alternatif jalur lain menuju kawasan IKN melalui jalan kabupaten maupun jalan kota, meskipun waktu tempuhnya relatif lebih lama.
Bagi masyarakat yang berencana melaksanakan Salat Id di kawasan IKN diimbau, untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal agar dapat tiba dengan aman dan tertib.
Ia mengimbau masyarakat yang ingin melaksanakan Salat Id di IKN, agar merencanakan perjalanan lebih awal sehingga perjalanan dapat berlangsung aman dan tertib.(las)

















