KUKAR: Pemerintah Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil mengatasi masalah air bersih yang sempat menjadi kendala bagi warga, khususnya di RT 16. Sebelumnya, warga kesulitan mengakses air bersih karena pipa utama PDAM berada sekitar 6-7 kilometer dari pemukiman. Namun, dengan pembangunan sumur bor, kini warga bisa mengakses air dengan lebih mudah.
Sarkono, Kepala Desa Perangat Selatan, mengungkapkan bahwa pembangunan sumur bor ini dilakukan dengan dukungan dari pihak ketiga, yaitu PT TIS melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang membantu desa menyediakan sumber air bersih bagi warganya.
“Karena pipa induk cukup jauh, maka kami menggunakan sumur sebagai alternatif,” ujarnya.
Program sumur bor ini terbukti bermanfaat bagi warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. Pemerintah desa juga telah membangun sumur serupa sebelumnya, dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.
Berkat inisiatif ini, Desa Perangat Selatan meraih prestasi di Lomba Kelompok Pengelola Sarana Prasarana Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur. Desa ini menjadi perwakilan Kukar dan berhasil meraih Juara Harapan 1, memenangkan hadiah sebesar Rp 27 juta.
“Desa kami terpilih sebagai salah satu dari 100 desa se-Kaltim yang memenuhi kriteria penilaian administrasi dan faktual. Kami bangga menjadi satu-satunya desa dari Kukar yang masuk nominasi,” ungkap Sarkono.
Selain itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Perangat Selatan turut mengelola penjualan air bersih kepada masyarakat sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan air. Usaha ini terus berkembang, dengan jumlah pelanggan yang meningkat dari 320 menjadi 600 pelanggan.
Dalam upaya peningkatan layanan air bersih, Desa Perangat Selatan juga terus mengembangkan kerjasama dengan PT TIS untuk pembangunan sumur bor tambahan sebagai sumber air bagi warga di RT yang belum terjangkau.
“Kami akan terus berusaha memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses air bersih. Saat ini, kami sedang membangun sumur tambahan untuk RT yang belum teraliri,” pungkas Sarkono. (Adv/dk)

















