BALIKPAPAN: Tren positif penghimpunan zakat di Kota Balikpapan pada Ramadan tahun ini berbanding lurus dengan percepatan penyaluran kepada masyarakat. Baznas Balikpapan mencatat, distribusi zakat kepada ribuan penerima manfaat kini telah mencapai 90 persen menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Baznas Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi, menyebutkan capaian tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan zakat tahun ini, baik dari sisi penghimpunan maupun penyaluran.
“Penyaluran zakat sebagian besar sudah tersalurkan. Sisanya hanya terkendala teknis administrasi, bukan distribusi. Kami optimistis semuanya selesai sebelum Lebaran,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Baznas Kota Balikpapan, pada hari Selasa, 17 Maret 2026.
Tak hanya dari sisi penyaluran, peningkatan juga terjadi pada penghimpunan dana zakat. Hingga pertengahan Ramadan, Baznas Balikpapan berhasil mengumpulkan sekitar Rp15,8 miliar melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp9 miliar.
Kenaikan ini didorong oleh kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), seiring adanya imbauan dari pemerintah kota untuk menyalurkan zakat melalui Baznas.
“Dari ASN saja sudah menunjukkan peningkatan. Tahun lalu sekitar Rp8,5 miliar, dan tahun ini kami optimistis lebih tinggi,” kata Bustomi.
Meski hampir rampung, masih ada sekitar 10 persen dari total 4.000 mustahik yang belum menerima bantuan. Kendala yang terjadi umumnya terkait validasi data dan proses transfer perbankan.
Namun demikian, Baznas memastikan seluruh penerima tetap terdata dan berhak mendapatkan bantuan, meskipun pencairan dilakukan setelah Lebaran.
“Bagi yang sudah mudik atau terkendala transfer, tetap bisa mengambil setelah Lebaran. Yang penting hak mereka tetap ada,” jelasnya.
Untuk pencairan langsung, mustahik diminta datang ke kantor Baznas dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga, mengingat data penerima telah diverifikasi sebelumnya.
Dengan capaian penghimpunan yang meningkat dan penyaluran yang hampir tuntas, Baznas Balikpapan optimistis target tahun ini dapat tercapai maksimal.
Momentum Ramadan dinilai tidak hanya meningkatkan kepedulian sosial masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap lembaga pengelola zakat.
Melalui capaian ini, Baznas berharap manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya, saat kebutuhan ekonomi cenderung meningkat.(las)

















