Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONAL

Penguatan Kapasitas Analis Kebijakan Jadi Kunci Hadirkan Kebijakan Publik yang Adaptif dan Berdampak

229
×

Penguatan Kapasitas Analis Kebijakan Jadi Kunci Hadirkan Kebijakan Publik yang Adaptif dan Berdampak

Share this article
eringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 sekaligus Seminar Nasional bertema “Climate Security and National Resilience" (Dok. lan.go.id)
eringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 sekaligus Seminar Nasional bertema “Climate Security and National Resilience" (Dok. lan.go.id)
Example 468x60

JAKARTA – Kemampuan pemerintah menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran tidak terlepas dari peran analis kebijakan dalam menerjemahkan berbagai tantangan pembangunan menjadi rekomendasi berbasis bukti. Untuk memperkuat peran tersebut, Ikatan Nasional Analis Kebijakan (INAKI) menyelenggarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 sekaligus Seminar Nasional bertema “Climate Security and National Resilience: Menata Kebijakan, Tata Kelola, dan Regulasi Iklim untuk Indonesia Tangguh 2045”” di Gedung Graha Makarti Bhakti Nagari Lantai 3, ASN Corporate University, Kamis (23/7).

Dalam sambutannya Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Dr. Muhammad Taufiq, DEA, menegaskan bahwa analis kebijakan merupakan salah satu kekuatan besar yang memiliki peran strategis dalam menjembatani tujuan pembangunan dengan implementasi kebijakan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Adanya berbagai dinamika yang terjadi saat ini, seluruh analis kebijakan dipanggil untuk berdiri tegak menyuarakan kepakarannya agar tujuan-tujuan pembangunan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas analis kebijakan tidak cukup dilakukan melalui pengembangan kompetensi yang bersifat wajib, tetapi juga perlu dibangun secara berkelanjutan melalui pembelajaran, pendampingan, serta penguatan jejaring profesional. Muhammad Taufiq juga mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) sebagai co-intelligent atau mitra kerja yang dapat membantu analis kebijakan dalam menyusun rekomendasi, melakukan analisis, hingga memperkuat proses advokasi kebijakan. Kolaborasi lintas instansi maupun jejaring internasional juga dinilai penting untuk memperkaya perspektif serta meningkatkan kualitas kebijakan publik yang dihasilkan.

“Penguatan kapasitas tersebut menjadi semakin relevan mengingat tantangan pembangunan saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika pemerintahan, tetapi juga berbagai isu global, termasuk perubahan iklim yang berdampak pada berbagai sektor.” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.S., menyampaikan bahwa perubahan iklim telah menjadi salah satu game changer yang memengaruhi arah pembangunan dunia, berdampingan dengan perkembangan teknologi dan perubahan geopolitik. Kondisi tersebut menuntut hadirnya kebijakan publik yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan.

Menurut Arif, penguatan green skills dan pendekatan transdisiplin menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan dalam menjawab tantangan tersebut.

“Isu sustainability dan humanity kini mendapat perhatian yang semakin besar. Karena itu, dunia membutuhkan green skills dan pendekatan transdisiplin agar mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, lingkungan, dan keadilan sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan perubahan iklim perlu dibangun dengan mengedepankan prinsip climate justice sehingga upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum INAKI, Drs. Imam Gunarto, M.Hum., mengatakan bahwa peringatan HUT pertama INAKI menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi analis kebijakan sebagai pemikir bangsa yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.

“Hari ini adalah hari bahagia. INAKI merayakan puncak hari ulang tahunnya yang pertama. Organisasi ini terus bergerak untuk mewujudkan visinya menjadikan analis kebijakan sebagai pemikir bangsa dan perancang masa depan bangsa. Daya pikir para analis kebijakan harus tetap kritis, terus hidup, dan menghidupkan dialog untuk meraih kesejahteraan masyarakat,” ujar Imam.

Sebagai informasi, dalam rangkaian HUT ke-1 INAKI terdapat sederet kegiatan, salah satunya seminar nasional bertema “Climate Security and National Resilience: Menata Kebijakan, Tata Kelola, dan Regulasi Iklim untuk Indonesia Tangguh 2045” seminar ini dimoderatori oleh Dr. Siti Annisa Silvia Rosa, S.A.P., M. AP, Analis Kebijakan Ahli Muda BRIN.

Terdapat pula sederet narasumber yang membawakan materi yang sejalan dengan tema besar seminar nasional seperti Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc. Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenhut dengan materi “Sistem Iklim dan isu lingkungan di Indonesia serta Tantangan Perubahan Iklim di Era Ketidakpastian Global” dan Marcelino Rumambo Pandin, S.T., M.Phil., Ph.D, Ketua Dewan Pengawas INAKI Policy advisor UCLG ASPAC dengan materi “Integrasi Isu Iklim dan Lingkungan Hidup dalam Kebijakan Publik Indonesia”

Tak hanya itu, hadir pula Prof. Dr. Connie Rahakundini Bakrie, Guru Besar Universitas Saint Petersburg, Anggota Dewan Pakar INAKI yang membawakan materi “Climate Security dan Ketahanan Negara: Pembelajaran dari Berbagai Negara untuk Indonesia” dan Andry Indrady, A.Md.IM., GRAD.DIP.PA., M.P.A., Ph.D., Kepala BSHK dengan materi “Arah Regulasi Iklim dan Lingkungan Hidup untuk Memperkuat Resiliensi Nasional”. Seminar ini diikuti dengan sesi diskusi panel dan tanya jawab dari peserta.

Selain seminar nasional, HUT INAKI yang pertama ini juga dimeriahkan dengan National Advisory Forum, rapat kerja nasional, hingga pelatihan advokasi bagi analis kebijakan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, INAKI berkomitmen memperkuat profesionalisme, kompetensi, dan kolaborasi antar-analis kebijakan guna mendukung lahirnya kebijakan publik yang semakin berkualitas dan berdampak bagi Indonesia.

 

(Sumber: lan.go.id)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *