BALIKPAPAN:Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Seno Aji pada acara Rembuk Etam dengan tema Gratispol Menakar Kontribusinya pada Pencapaian Asta Cita, memaparkan latar belakang program prioritas pendidikan gratis yang telah diluncurkan pada 21 April 2025 lalu.
Wagub Seno Aji menjelaskan masih banyaknya putra-putri yang berada di kabupaten kota yang memilih bekerja dari pada bersekolah, hal itu dilakukan karena terkendala biaya hidup dimana orangnya tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
“Kalimantan Timur, saat ini, partisipasi yang bersekolah di jenjang SMA dan yang sederajat baru 72 persen, artinya 28 persen anak-anak kita tidak bersekolah di SMA, dan ini menjadi perhatian bagi kami pada saat itu, pedahal anggaran cukup untuk pendidikan di Kaltim, akhirnya kami berdiskusi dengan pak Rudy Mas’ud calon gubernur saat itu, untuk mengangkat SDM Kaltim,”papar Wagub Seno Aji dalam Rembuk Etam yang dilaksanakan Kaltim Post Group bersama Ikatan Alumni Univestias Brawijaya (IKA UB) Kaltim, di Studio Balikpapan TV Gedung Biru Kaltim Post, Balikpapan, Rabu, 4 Juni 2025.
Wagub Seno Aji menambahkan, Provinsi Kaltim memiliki Sumber Daya Alam cukup besar, namun sumber daya alam tersebut lambat laun akan menipis dan habis pada waktunya, oleh karena itu peningkatan sumber daya manusia (SDM) mutlak harus dilakukan melalui pendidikan gratispol.
“Kita ingin melakukan transformasi sumber daya yang ada di Kaltim dari sumber daya alam menjadi menjadi SDM Kaltim, dan iniliah yang melatar belakangi kita ini adalah yang melatar belakangi kita untuk membuat tagline Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas, yang saat ini menjadi Visi Provinsi Kaltim, kata Seno Aji
Program prioritas Pendidikan gratis, kata Seno Aji selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, nomor empat yaitu pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan di bidang pendidikan.
“Kami melakukan kerja yang ekstra dan kerja keras, di mana kita ingin 100 persen anak-anak kita nanti bersekolah di tingkat SMA kemudian lama sekolah yang saat ini baru 10 tahun, dan menginginkan nanti minimal 12 tahun, sudah bersekolah mulai tingkat dasar , SMA dan sampai S3, sehingga putra-putri Kaltim bisa setara dengan pemuda di Jawa, kalau perlu dengan Singapura, Malaysia dan Brunai Darussalam.”terang Seno Aji.
Sementara nara sumber yang hadir secara online Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati diri Bangsa Kemenko PMK Prof Warsito. Rektor Universitar Brawijaya Prof Widodo. Dan hadir secara langsung Ketua IKA UB Kaltim Myrna Safitri, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim HM Darlis Pattalongi. Rektor Uniba Dr. Isradi Zainal. Rektor ITK Prof Agus Rubiyanto. Pengamat Pendidikan Prof Susilo. Pengamat Pendidikan Prof Susilo. sangat mendukung program pendidikan gratispol.
Pemerintah Pusat sangat mengapresiasi program pendidikan gratispol yang telah diluncurkan Gubernur Kaltim dan Wagub Kaltim, tentu program pendidikan gratis ini sudah selaras betul dengan keputusan MK tentang bagaimana aspirasi pendidikan gratis untuk pendidikan dasar.
“Provinsi Kaltim jauh melangkah kedepan, bahwa pendidikan gratispol ini menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya ditanah air, walaupun ada beberapa provinsi lain sedang mempersiapkan pendidikan gratis, terutama merespon putusan MK, oleh karena karena itu kami mendukung penuh,” kata Prof Warsito.
Dalam Rembuk Etam, para nara sumber menyampaikan dukungan, tanggapan dan masukannya dalam program pendidikan gratispol, termasuk juga tanya jawab dengan para mahasiswa terkait dengan pelaksanaan pendidikan gratispol.(*)

















