Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Pemkab Kukar Siapkan Bantuan 23 Rumah Ibadah Lewat Program Kukar Berkah

207
×

Pemkab Kukar Siapkan Bantuan 23 Rumah Ibadah Lewat Program Kukar Berkah

Share this article
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin. (Van/dutakaltimnews.com)
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Program Kukar Berkah kembali diarahkan untuk membantu kebutuhan 23 rumah ibadah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bantuan tersebut menyasar sejumlah rumah ibadah yang telah masuk dalam target penerima manfaat program pada tahun 2026.

kebutuhan bantuan rumah ibadah dirasakan di sejumlah wilayah. Salah satunya Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong. Sejumlah masjid dan musala di wilayah tersebut

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Fathul Alamin, mengatakan terdapat 23 target penerima manfaat dalam program Kukar Berkah tahun ini. Bantuan tersebut termasuk untuk kebutuhan rumah ibadah.

Meski demikian, Pemkab Kukar belum dapat memastikan kapan bantuan tersebut direalisasikan. Sebab, anggaran bantuan rumah ibadah masuk dalam belanja hibah yang pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Untuk menghadapi perjalanan ini sampai realisasi terhadap target rencana rumah ibadah yang kita bentuk tahun ini memang kondisi keuangan daerah masih kurang baik,” ujarnya Sabtu (19/9/2026)

Menurutnya, pihak Kesra saat ini masih menunggu informasi dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar terkait kondisi kas daerah dan kesiapan anggaran. Apabila kondisi keuangan memungkinkan, bantuan hibah tersebut akan direalisasikan pada tahun ini.

“Ketika memang kondisi kas daerah itu masih siap untuk membiayai belanja hibah, itu kita akan realisasikan di tahun ini,” jelasnya.

Fathul menjelaskan, calon penerima bantuan tahun ini berasal dari beberapa jenis rumah ibadah. Di antaranya masjid, musala dan gereja. Sementara untuk pura dan vihara belum masuk dalam daftar penerima karena hingga saat ini belum ada permohonan yang diajukan.

Ia menegaskan, pengajuan permohonan menjadi salah satu bagian penting dalam mekanisme pemberian hibah. Dengan demikian, rumah ibadah yang membutuhkan bantuan perlu menyampaikan permohonan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Untuk tahun ini ada beberapa masjid, musala, ada beberapa gereja. Tapi untuk pura dan vihara tahun ini belum ada masuk, karena memang permohonannya belum ada masuk,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Bukit Biru, Sudiyarso, mengatakan masih terdapat sejumlah masjid dan musala yang membutuhkan bantuan untuk perbaikan maupun pembangunan.

Ia mencontohkan Masjid As-Salam yang sebelumnya mengusulkan kebutuhan pembangunan menara. Masjid tersebut juga pernah menerima bantuan berupa ambal sajadah saat kegiatan Safari Subuh yang diserahkan oleh Bupati Kukar.

“Yang jelas, itu bantuan untuk masjid yang diserahkan oleh Bapak Bupati,” ujarnya.

Selain Masjid As-Salam, Sudiyarso menyebut Masjid Al-Muhajirin juga membutuhkan pembenahan. Mulai dari pengecatan hingga perbaikan sejumlah bagian plafon yang kondisinya sudah mulai membutuhkan perhatian.

Tidak hanya masjid, beberapa musala di wilayah Bukit Biru juga masih memiliki kondisi bangunan yang belum sepenuhnya baik. Bahkan, terdapat musala yang diperkirakan baru sekitar 60 persen dari kondisi ideal, tetapi sudah digunakan masyarakat untuk beribadah.

“Kalau untuk musala, ada beberapa yang belum bagus. Kemarin pada saat Safari Ramadan, saya melihat ada beberapa langgar yang kondisinya masih sekitar 60 persen, tetapi sudah digunakan untuk beribadah,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *