Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Pemkab Kukar Dukung Penanganan Karhutla Lebih Masif, Pemadaman Diupayakan Maksimal 24 Jam

213
×

Pemkab Kukar Dukung Penanganan Karhutla Lebih Masif, Pemadaman Diupayakan Maksimal 24 Jam

Share this article
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Van/dutakaltimnews.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang sulit dijangkau petugas. Langkah ini menjadi perhatian di tengah rencana penetapan karhutla sebagai bencana nasional, yang diharapkan dapat mendorong penanganan lebih luas dan intensif.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah mengikuti perkembangan rencana tersebut. Di tingkat kabupaten, Pemkab Kukar telah menerapkan upaya agar kebakaran dapat ditangani dalam waktu maksimal 1 x 24 jam, khususnya pada titik-titik yang masih bisa dijangkau oleh petugas dan peralatan pemadam.

Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Karena itu, kesiapsiagaan personel serta dukungan sarana dan prasarana terus menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian karhutla di Kukar.

“Kita mengikuti saja apa yang direncanakan. Di Kukar sendiri, kita sudah punya program agar penanganan api tidak lebih dari 1 x 24 jam untuk titik-titik yang bisa kita jangkau,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan, kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Sejumlah lokasi tidak dapat diakses secara optimal menggunakan peralatan darat maupun dijangkau oleh personel dalam waktu singkat. Situasi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan tambahan, terutama ketika api muncul di kawasan yang sulit dijangkau.

Salah satu wilayah yang menghadapi kendala tersebut adalah Kecamatan Muara Kaman. Untuk mengatasi hambatan itu, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna meminta dukungan helikopter, termasuk untuk melakukan pemadaman melalui penyiraman air dari udara.

“Memang kendala kita ada beberapa titik yang tidak bisa dijangkau oleh peralatan dan sumber daya manusia. Contohnya yang terjadi di Muara Kaman. Karena itu, kami berkoordinasi dengan BNPB untuk meminta helikopter atau melakukan pemadaman menggunakan sarana helikopter dengan penyiraman dari udara,” jelasnya.

Meski menghadapi sejumlah keterbatasan, Ia menilai penanganan karhutla di Kalimantan Timur, khususnya Kukar, sejauh ini dapat dikelola dengan cukup baik. Ia mengapresiasi kesigapan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam merespons kejadian kebakaran di lapangan.

Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian karhutla tidak terlepas dari kerja keras personel yang bergerak cepat dalam menghadapi situasi darurat. Namun, penanganan di beberapa lokasi tetap memerlukan upaya lebih besar agar kebakaran dapat dikendalikan secara optimal.

“Kalau melihat Kalimantan Timur dibandingkan daerah-daerah lain, khususnya Kabupaten Kukar, kita bisa mengelola kondisi ini dengan cukup baik. Kami sangat salut dengan perangkat kami, Damkar dan BPBD, yang sangat sigap dalam melakukan penanganan,” ungkapnya.

Ia berharap, apabila penetapan karhutla sebagai bencana nasional direalisasikan, dukungan penanganan dapat semakin diperkuat, baik dari sisi personel, peralatan maupun sarana pendukung lainnya. Dengan begitu, kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau bisa ditangani lebih efektif dan risiko meluasnya api dapat ditekan.

“Memang di beberapa titik yang kami ketahui, penanganannya membutuhkan upaya lebih. Mudah-mudahan, dengan proses penetapan sebagai bencana nasional, penanganannya bisa lebih masif lagi,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *