KUKAR : Pemerintah Kecamatan Marangkayu menyoroti masih banyaknya fasilitas pendidikan yang belum memadai di wilayahnya. Mulai dari ruang belajar, ruang guru, hingga toilet sekolah, sejumlah guru mengeluhkan kondisi sarana dan prasarana (sapras) yang dinilai belum merata di berbagai jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMP.
Camat Marangkayu, AR Ambo Dalle, mengungkapkan bahwa keluhan tersebut banyak disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa. Menurutnya, infrastruktur pendidikan masih menjadi salah satu usulan terbanyak dari masyarakat di Marangkayu.
“Dari hasil Musrenbang di desa-desa, yang paling banyak diusulkan itu perbaikan jalan dan rehabilitasi sekolah. Masih banyak sekolah di pinggiran yang ruangannya perlu diperbaiki, termasuk WC dan kantor kepala sekolah,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Ia menegaskan, meskipun perbaikan sarana sekolah tidak bisa dibiayai melalui dana desa atau Alokasi Dana Desa (ADD), namun pihaknya tetap mendorong agar kebutuhan tersebut dimasukkan dalam usulan Musrenbang kecamatan agar bisa diteruskan ke pemerintah kabupaten.
“Saya minta guru-guru tetap mengusulkan kebutuhan sekolah, karena ini penting. Ada banyak SD dan SMP yang perlu direhab, baik ruang belajar, ruang guru, maupun WC sekolah,” jelasnya.
Ambo Dalle juga mengapresiasi perhatian yang telah diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, namun ia berharap pemerataan pembangunan sarana pendidikan dapat lebih diperhatikan. Ia menyebut, bantuan yang turun ke lapangan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan sekolah.
“Memang sudah ada bantuan dari Disdikbud, tapi belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Jadi kami berharap ada perhatian khusus agar pemenuhan sapras bisa lebih merata dan cepat terwujud,” tambahnya.
Sebagai contoh, ia menyinggung kondisi SMPN 5 Marangkayu yang memiliki bangunan lama dan sudah dalam kondisi rusak. Ia berharap, Dinas Pendidikan dapat menurunkan tim untuk melakukan pendataan langsung di sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan.
“Perlu ada tim dari Disdikbud turun ke lapangan untuk mendata kebutuhan SD dan SMP di kecamatan. Jadi bisa dilihat langsung mana yang harus diprioritaskan, dan pembenahan bisa dilakukan bertahap di seluruh kecamatan,” tegasnya.
Ambo Dalle berharap, di bawah kepemimpinan baru pemerintah daerah, pembangunan di bidang pendidikan dapat lebih menggeliat. Ia menilai, masyarakat memiliki harapan besar agar sektor pendidikan dan infrastruktur di Kukar semakin maju. (Adv/and)

















