Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Pembangunan Embung Pertanian Ditunda, Irigasi Tetap Jadi Prioritas

284
×

Pembangunan Embung Pertanian Ditunda, Irigasi Tetap Jadi Prioritas

Share this article
b76beda8 c4c0 4a6d b66f 2a49bcbe7efe
Kabid SDA Dinas PU Kukar, Awang Agus Sabandi (and
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air (SDA) menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur pertanian, khususnya irigasi dan pembangunan embung. Meski rencana pembangunan embung pertanian tahun 2024 belum dapat direalisasikan, pemerintah tetap memastikan kebutuhan air bagi petani bisa terpenuhi melalui berbagai langkah alternatif.

Kabid SDA Dinas PU Kukar, Awang Agus Sabandi, menjelaskan bahwa pembangunan embung pada tahun lalu sempat terkendala proses pemilihan barang dan jasa. Menurutnya, sebagian besar penyedia yang masuk dalam proses lelang tidak memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan.

“Setelah proses dibatalkan, sebenarnya direncanakan untuk dilelang kembali. Namun karena waktu yang tersisa sangat terbatas, akhirnya dihentikan. Kalau dipaksakan, dikhawatirkan pekerjaan tidak selesai tepat waktu dan justru menimbulkan kesan proyek mangkrak. Maka dari itu, pembangunan ditunda dan kemungkinan dilanjutkan tahun depan atau tahun berikutnya, tergantung ketersediaan anggaran,” terang Awang Senin (1/9/2025).

Meski tertunda, rencana pembangunan embung tetap masuk dalam agenda prioritas. Beberapa lokasi sudah disiapkan, di antaranya satu embung di Bukit Biru dan dua embung di Tenggarong Seberang. Hanya saja, relokasi anggaran belum tersedia, meskipun dokumen perencanaan (DED) sudah rampung.

“Nilai pembangunannya cukup signifikan, sehingga saat ini prioritas masih difokuskan pada peningkatan jaringan irigasi. Untuk kebutuhan air sementara, masih bisa dipasok dari sungai,” tambahnya.

Awang menekankan, pembangunan embung dan irigasi pada dasarnya saling berkaitan. Embung berfungsi sebagai penampung air, sementara irigasi adalah saluran distribusi yang memastikan air sampai ke lahan pertanian. Selama pasokan air masih mencukupi dari sungai, fungsi irigasi tetap berjalan, meskipun belum ada bangunan permanen.

“Tahun-tahun sebelumnya, sejumlah jaringan irigasi sudah terealisasi terutama di sekitar Tenggarong. Tetapi irigasi harus dilihat secara menyeluruh, kuncinya ada pada ketersediaan air. Selama air tersedia, sistem irigasi masih bisa berfungsi, meskipun masih menggunakan saluran tanah,” jelasnya.

Saat ini, irigasi pertanian di Kukar sebagian besar memang masih berupa saluran tanah hasil galian. Peningkatan secara permanen dengan konstruksi beton atau pasangan batu belum banyak dilakukan. Namun, pemerintah daerah setiap tahun tetap melaksanakan normalisasi dan pemeliharaan saluran untuk mencegah sedimentasi.

“Dengan langkah itu, meskipun peningkatan besar belum terealisasi, fungsi irigasi masih berjalan baik. Selama ketinggian air tidak melebihi saluran yang sudah dibangun, aktivitas pertanian tidak terganggu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan embung akan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan daerah. Embung tidak hanya penting bagi pertanian, tetapi juga bermanfaat untuk kebutuhan air baku, konservasi lingkungan, dan pengendalian banjir.

“Embung ini multi manfaat. Karena itu, meski ditunda, kami akan tetap mengawal agar pembangunannya bisa dilaksanakan pada waktunya. Dengan adanya embung, distribusi air lebih terjamin dan petani tidak bergantung penuh pada kondisi cuaca,” ujar Awang.

Melalui strategi bertahap, Dinas PU Kukar memastikan sektor pertanian tetap terjaga. Sementara pembangunan embung menunggu kesiapan anggaran, fokus diarahkan pada optimalisasi irigasi yang ada. Harapannya, upaya ini dapat menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kukar. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *