Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Oknum Guru Ngaji Diduga Lecehkan Muridnya, Terlapor Menghilang Saat Kasus Mencuat ke Publik

303
×

Oknum Guru Ngaji Diduga Lecehkan Muridnya, Terlapor Menghilang Saat Kasus Mencuat ke Publik

Share this article
Ilustrasi Pelecehan Anak di Bawah Umur. (Dok. freepik)
Ilustrasi Pelecehan Anak di Bawah Umur. (Dok. freepik)
Example 468x60

KUKAR: Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak kembali mengguncang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Mirisnya, peristiwa ini diduga melibatkan seorang oknum guru ngaji di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Kembang Janggut.

Terduga pelaku kini dilaporkan menghilang setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedy Supriyanto, membenarkan bahwa laporan terkait kasus tersebut telah diterima dan saat ini tengah ditangani pihak kepolisian.

“Perkaranya sudah kami tangani. Untuk sementara, yang baru melapor itu satu orang. Korban juga sudah dilakukan visum, dan hasilnya kemungkinan akan diambil besok,” ujarnya saat di hubungi, Rabu (6/5/2026).

Meski demikian, jumlah korban masih dalam proses pendalaman. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, disebutkan ada hingga 11 korban. Namun, polisi belum dapat memastikan kebenaran jumlah tersebut.

“Anggota kami sudah turun langsung untuk mengonfirmasi apakah benar jumlah korban sebanyak yang beredar di medsos. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan keterangan,” tambahnya.

Dedy juga menjelaskan bahwa kasus yang dilaporkan tersebut sebenarnya terjadi pada Desember 2025, namun baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada 22 April 2026.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut, Iptu Maharoni, menyebutkan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus dan mencari saksi-saksi tambahan.

“Laporan yang masuk baru satu. Kami masih mencari saksi-saksi lain dan mendalami informasi yang beredar, termasuk soal dugaan korban lainnya,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa proses penyelidikan cukup menantang, mengingat sebagian korban masih anak-anak sehingga perlu pendampingan orang tua saat dimintai keterangan.

“Anak-anak ini tidak bisa langsung dimintai keterangan, harus didampingi. Jadi kami masih menyusun keterangan secara bertahap,” ujarnya.

Selain itu, kendala lain yang dihadapi aparat adalah keberadaan terduga pelaku yang kini sudah tidak berada di lokasi.

“Posisi pelaku sudah tidak ada di tempat. Kami masih melakukan pencarian. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” katanya.

Akibat kasus ini, aktivitas belajar mengaji di TPQ tersebut untuk sementara dihentikan.

Pihak kepolisian berharap proses penyelidikan dapat segera ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah bukti dan keterangan saksi dinilai cukup. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *