Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Ojol Tenggarong Mengeluh, Potongan 20 Persen dan Biaya Operasional Kian Naik

356
×

Ojol Tenggarong Mengeluh, Potongan 20 Persen dan Biaya Operasional Kian Naik

Share this article
Ketua Komunitas GrabBike Tenggarong (GBT), Aria Putra.(Irvan/dutakaltimnews.com
Ketua Komunitas GrabBike Tenggarong (GBT), Aria Putra.(Irvan/dutakaltimnews.com
Example 468x60

KUKAR: Para pengemudi ojek online (ojol) di Tenggarong menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Tingginya biaya operasional harian serta potongan dari aplikator dinilai kian menggerus pendapatan para driver. kondisi tersebut kini semakin terasa membebani seiring meningkatnya kebutuhan hidup.

Ketua Komunitas GrabBike Tenggarong (GBT), Aria Putra, mengungkapkan bahwa potongan dari perusahaan aplikasi masih berada di kisaran 20 persen dan belum mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

“Potongan aplikator masih sekitar 20 persen. Dari dulu memang begitu, tapi sekarang terasa berat karena biaya operasional dan kebutuhan hidup ikut naik,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Aria berharap ke depan ada kebijakan yang lebih berpihak kepada para pengemudi, khususnya terkait pembagian pendapatan yang dinilai belum seimbang antara aplikator dan driver.

“Kami berharap ada pembagian yang lebih adil antara perusahaan aplikasi dan driver,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti bertambahnya jumlah pengemudi ojol yang berdampak langsung pada tingkat persaingan di lapangan. Meski jumlah pesanan relatif stabil, peningkatan jumlah driver membuat pendapatan harus dibagi lebih banyak.

“Orderan sebenarnya masih stabil, tidak naik atau turun drastis. Tapi jumlah driver terus bertambah, jadi penghasilan makin terbagi,” jelasnya.

Terkait penghasilan, Aria menyebut rata-rata pendapatan kotor driver ojol di Tenggarong bisa mencapai sekitar Rp200 ribu per hari. Namun, setelah dikurangi biaya operasional seperti bahan bakar dan kebutuhan lainnya, penghasilan bersih yang diterima hanya sekitar Rp100 ribu per hari.

Jika dihitung secara bulanan, pendapatan driver diperkirakan berkisar Rp5 juta, dengan asumsi bekerja setiap hari tanpa libur.

Aria menambahkan, bagi sebagian besar pengemudi, profesi ojol kini menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Ada yang menjadikan ini pekerjaan sampingan, tapi banyak juga yang menggantungkan penghasilan utama dari ojol, termasuk saya sendiri,” tutupnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *