Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Musrenbang Tematik Kukar 2025: Mewujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

475
×

Musrenbang Tematik Kukar 2025: Mewujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkeadilan

Share this article
musrenbang
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Bappeda Kukar, Senin (5/5/2025), dan dibuka langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto.

Musrenbang Tematik kali ini mengangkat isu penting terkait kepemudaan, disabilitas, perempuan, anak, dan budaya. Forum ini menjadi momentum penting untuk mendorong perencanaan yang lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan kelompok masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam proses pembangunan.

Dafip menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang Tematik merupakan bentuk implementasi pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS) sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJPD Kukar 2025–2045. Pendekatan ini didorong oleh kebijakan perencanaan nasional dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Musrenbang Tematik ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan berpihak kepada kelompok rentan dan strategis, seperti pemuda, penyandang disabilitas, perempuan, anak, serta pelaku budaya,” ujar Dafip.

Ia menegaskan bahwa kelompok-kelompok ini merupakan elemen penting dalam pembangunan daerah, namun belum mendapat ruang yang proporsional dalam proses perencanaan dan penganggaran. Oleh karena itu, forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menggali aspirasi dan merumuskan program yang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Lebih lanjut, Dafip menyampaikan bahwa Musrenbang Tematik diharapkan bisa memperkuat sinergi antar perangkat daerah, mitra pembangunan, dan masyarakat sipil. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, hasil perencanaan yang dihasilkan akan lebih konkret, terintegrasi, dan mampu memberikan dampak nyata.

“Selain mendengar paparan dari perangkat daerah, forum ini juga menghadirkan partisipasi aktif dari organisasi masyarakat, forum anak, kelompok disabilitas, komunitas pemuda, hingga pegiat budaya. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan memperkaya perspektif dan menjamin kesejahteraan teman-teman perempuan dan disabilitas.” tutupnya. (adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *