KUKAR: Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), telah merampungkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa pada September 2026.
Kegiatan tersebut menghasilkan ratusan usulan pembangunan untuk direalisasikan pada 2027, dengan konektivitas antarwilayah dan antardesa menjadi salah satu prioritas utama.
Camat Tenggarong Seberang, Sukono, mengatakan Musrenbang telah dilaksanakan bersama 18 desa dan satu desa persiapan yang berada di wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang.
Melalui forum tersebut, setiap desa merumuskan kebutuhan pembangunan yang mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, sosial hingga budaya.
“Alhamdulillah, pada September kemarin kita telah mengadakan kegiatan Musrenbang tingkat desa terkait dengan rencana pembangunan desa tahun 2027 di Tenggarong Seberang.
Dari 18 desa dan satu desa persiapan, telah dihasilkan rumusan pembangunan yang ada di wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).
Ia menjelaskan, usulan yang disampaikan masyarakat disusun berdasarkan kebutuhan dan prioritas masing-masing desa.
Seluruh usulan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dari sekitar 500 usulan yang dihimpun, Sukono menyebut konektivitas antarwilayah dan antardesa menjadi salah satu perhatian utama para kepala desa.
Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan mengakses berbagai pelayanan.
Menurutnya, pemerintah kecamatan akan berupaya meneruskan aspirasi tersebut kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Konektivitas antarwilayah dan antardesa itu menjadi prioritas utama bagi para kepala desa di Kecamatan Tenggarong Seberang. Kami selaku perwakilan pemerintah tentu akan menyampaikan usulan tersebut kepada OPD-OPD yang berkompeten,” jelasnya.
Sukono berharap, melalui koordinasi dan komunikasi dengan perangkat daerah terkait, usulan pembangunan yang telah dirumuskan dapat direalisasikan secara bertahap pada 2027.
Dengan demikian, hasil Musrenbang tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Kecamatan Tenggarong Seberang juga mendorong pengembangan sektor pertanian melalui pembinaan petani milenial.
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam mengembangkan usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Sukono menyebut, saat ini terdapat dua kelompok petani milenial yang telah menunjukkan perkembangan cukup baik di wilayah Tenggarong Seberang.
Kelompok tersebut berada di Desa Manunggal Jaya dan telah mengikuti berbagai kegiatan pengembangan pertanian, termasuk berpartisipasi dalam ajang di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Bentuk pembinaan yang diberikan meliputi pelatihan mengenai teknik budidaya pertanian yang baik serta pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
Dengan pembinaan tersebut, petani milenial diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga mengembangkan peluang usaha dari komoditas pertanian yang mereka kelola.
“Pembinaannya melalui pelatihan-pelatihan, mulai dari cara bertani yang baik hingga bagaimana membuat produk dari hasil pertanian itu sendiri,” pungkasnya. (Adv/Van)

















