Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineKUTAI KARTANEGARA

Minim Dukungan Anggaran, Sambo Kukar Terancam Tampil Tidak Optimal di Porprov Kaltim 2026

302
×

Minim Dukungan Anggaran, Sambo Kukar Terancam Tampil Tidak Optimal di Porprov Kaltim 2026

Share this article
Suasana Latihan Cabor Olahraga Sambo Kukar. (Dok. Pelatih Sambo Kukar, Armadani)
Suasana Latihan Cabor Olahraga Sambo Kukar. (Dok. Pelatih Sambo Kukar, Armadani)
Example 468x60

KUKAR: Keterbatasan dukungan anggaran menjadi tantangan serius, bagi cabang olahraga Sambo Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Kondisi tersebut membuat persiapan atlet berjalan jauh dari ideal dan berpotensi memengaruhi capaian prestasi di ajang olahraga tertinggi tingkat provinsi itu.

Pelatih Sambo Kukar, Armadani, mengungkapkan bahwa dukungan anggaran untuk persiapan Porprov kali ini jauh berbeda dibandingkan pelaksanaan Porprov sebelumnya. Menurutnya, pada Porprov terdahulu, kebutuhan dasar latihan seperti matras khusus hingga perlengkapan pendukung latihan bantingan difasilitasi secara memadai.

“Dulu persiapan Porprov dibantu penuh, mulai dari kesiapan matras sampai perlengkapan latihan. Karena Sambo ini olahraga bantingan, matras itu kebutuhan utama. Tapi untuk Porprov 2026, yang dibantu hanya perlengkapan pertandingan seperti baju,” ujarnya Armadani, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, perlengkapan yang disetujui hanya yang digunakan saat bertanding. Sementara perlengkapan pendukung latihan, seperti pelindung tubuh untuk atlet kombat, tidak disetujui dengan alasan tidak digunakan langsung saat pertandingan.

“Kami berkeras minta karena itu bagian dari perlengkapan pertandingan untuk kesiapan atlet kombat. Tapi tidak disetujui, alasannya karena tidak dipakai bertanding,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pembagian anggaran yang dinilai semakin terbatas. Dana yang diterima KONI Kukar harus dibagi ke beberapa induk organisasi olahraga lain, seperti KORMI dan organisasi olahraga disabilitas, sehingga porsi untuk masing-masing cabor menjadi sangat kecil.

“RAB yang kami ajukan awalnya sekitar Rp800 juta, tapi yang disetujui hanya sekitar Rp88 juta. Banyak item persiapan yang dihilangkan karena hanya difokuskan pada perlengkapan pertandingan,” kata Armadani.

Dengan anggaran yang minim, ia menilai persiapan atlet Sambo Kukar tidak bisa dilakukan secara maksimal. Padahal, persiapan ideal seharusnya dilakukan jangka panjang melalui tahapan latihan umum hingga intensif.

“Persiapan umum itu penting, di situ fisik atlet benar-benar dibentuk. Tapi sekarang dampaknya besar sekali. Kami tidak bisa menyediakan vitamin, suplemen, dan kebutuhan pendukung lainnya untuk atlet,” ungkapnya.

Untuk Porprov Kaltim 2026, Sambo Kukar direncanakan memberangkatkan 24 atlet, seiring adanya penambahan empat kelas pertandingan. Jumlah tersebut belum termasuk ofisial yang terdiri dari dua ofisial, empat pelatih, dan satu manajer, sehingga total rombongan mencapai 31 orang.

Saat ini, latihan Sambo Kukar difasilitasi di gedung Dispora Kukar. Namun, Armadani menyebut matras yang tersedia belum sesuai spesifikasi Sambo untuk latihan bantingan.

“Matras yang ada masih matras puzzle. Sambo seharusnya pakai matras khusus. Jadi latihannya juga tidak bisa maksimal,” katanya.

Sebagai cabor yang tergolong baru di Kukar, Sambo juga belum memiliki aset peralatan latihan yang memadai. Meski demikian, prestasi atlet Sambo Kukar di tingkat nasional dinilai cukup menjanjikan.

Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh lalu, atlet Sambo Kukar berhasil menyumbangkan satu medali perak. Sementara secara nasional, Sambo telah mencatatkan raihan medali emas, perak, dan perunggu.

“Kami pernah diminta target 15 emas, dan kami siap kalau persiapan dan anggarannya maksimal. Tapi kan harus dilihat juga dukungan apa yang diberikan,” tegas Armadani.

Ia menambahkan, dalam program kerja yang disampaikan kepada cabang olahraga, sebenarnya terdapat rencana pemusatan latihan Training Camp (TC). Namun hingga kini, pelaksanaan TC tersebut belum jelas apakah akan disetujui atau tidak.

“Di program kerja itu ada TC, tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Padahal TC sangat penting untuk kesiapan atlet,” tutupnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *