KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempersiapkan pembangunan Mini mall yang direncanakan berada di kawasan Taman Pujasera, Kecamatan Tenggarong.
Saat ini, rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap penyelesaian proses administrasi sebelum memasuki tahapan selanjutnya. Mini mall itu disiapkan Pemkab Kukar sebagai fasilitas bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah yang datang ke Taman Pujasera, khususnya pada siang hari.
Keberadaan mini mall tersebut nantinya diharapkan memberikan ruang yang lebih nyaman bagi pengunjung untuk beraktivitas tanpa harus kepanasan saat menikmati suasana Taman Pujasera.
Selain menjadi tempat berteduh, kawasan ini juga tetap diarahkan untuk mendukung keberadaan pelaku UMKM, sehingga pengunjung dapat menikmati sekaligus membeli berbagai produk UMKM yang tersedia di kawasan tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah masih melakukan sejumlah persiapan administratif terkait rencana pembangunan mini mal tersebut. Setelah proses administrasi selesai, Pemkab Kukar berencana menggelar tahapan lanjutan dalam waktu dekat.
“Kita masih ingin menyelesaikan proses administrasi, mungkin dalam waktu dekat kita akan menggelar hal ini,” katanya, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, pembangunan mini mal tersebut tidak hanya diarahkan sebagai tempat berbelanja atau pusat hiburan masyarakat. Pemkab Kukar ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu hub untuk mendukung aktivitas bisnis dan pelayanan yang berkaitan dengan dunia usaha.
Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM di Kukar, untuk mengakses berbagai kebutuhan administrasi maupun layanan yang berkaitan dengan kegiatan bisnis.
“Kalau seandainya ini sudah bisa kita gelar, maka minimal yang kita rencanakan juga menjadi hub untuk proses bisnis. UMKM bisa ngurus NIB, teman-teman bisnis juga bisa ngurus urusan yang lain di sana,” jelasnya.
Aulia menuturkan, keberadaan mini mal nantinya juga akan diarahkan untuk memberikan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan konsep bangunan, mengingat kondisi cuaca di Tenggarong yang cukup panas pada siang hari.
Untuk itu, lantai pertama mal direncanakan dapat diisi oleh sejumlah tenan. Ruang dalam bangunan tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin beraktivitas dan menikmati berbagai produk UMKM tanpa harus berada di ruang terbuka ketika cuaca sedang terik.
“Lantai satu kita rencanakan untuk sebagai tenan-tenan. Kan kalau siang panas, mungkin orang-orang ada di daerah di luar sini agak sedikit sulit. Nah, mungkin kita bisa menjadikan ruang-ruang di dalam ruangan untuk para pengunjung,” ungkapnya.
Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar untuk memberikan tempat yang lebih representatif bagi pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka.
Dengan adanya ruang di dalam mini mall, produk lokal diharapkan dapat lebih mudah diperkenalkan kepada masyarakat maupun pengunjung.
Aulia berharap keberadaan mini mall nantinya tidak hanya memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat dan wadah promosi produk lokal.
Dengan demikian, UMKM Kukar dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk berkembang melalui akses pasar dan tempat usaha yang lebih nyaman.
“Untuk para pengunjung menikmati UMKM yang ada di Kukar,” pungkasnya. (Adv/Van)

















