Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Lonjakan Pengunjung Belum Mengimbangi Kebutuhan, Perpustakaan Balikpapan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

302
×

Lonjakan Pengunjung Belum Mengimbangi Kebutuhan, Perpustakaan Balikpapan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Share this article
ea827242 7492 491f bdbd 00f7ae4d5498
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan. (Foto:Ist/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Meningkatnya jumlah pengunjung Perpustakaan Kota Balikpapan sepanjang 2025, ternyata belum sepenuhnya mencerminkan kuatnya budaya membaca di masyarakat. Meski kunjungan menembus 105.072 orang hingga November 2025, pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan (Dispustakar), menilai angka tersebut masih jauh dari ideal untuk kota berpenduduk sekitar 700 ribu jiwa.

Kepala Bidang Perpustakaan Dispustakar Balikpapan, Kartini, menuturkan bahwa kenaikan jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak dipengaruhi oleh kegiatan wisata edukasi sekolah. Kelompok TK dan SD menjadi penyumbang terbesar, dengan total lebih dari 21 ribu pengunjung.

“Peningkatan ini jelas positif, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan tumbuhnya kebiasaan membaca masyarakat secara mandiri,” ujarnya saat ditemui di Gedung Dispustakar, Jumat (12/12).

Dispustakar mengaku terus menambah koleksi, baik cetak maupun digital, sejak 2022 hingga 2025. Namun Kartini menilai upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan dari sektor lain.

“Minat baca, khususnya pengunjung umum, memang masih cukup baik. Tapi untuk ukuran kota besar, kunjungan idealnya bisa jauh lebih tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, perpustakaan tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun budaya membaca.
Kartini menegaskan bahwa ekosistem literasi merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah dan institusi pendidikan disebut memegang porsi besar dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.

“Budaya membaca harus ditanamkan melalui pendidikan formal. Dinas pendidikan harus turut berperan, bukan hanya perpustakaan,” ujar Kartini.

Ia juga menyoroti perlunya keterlibatan lebih serius dari instansi pemerintah lain, komunitas, hingga perusahaan untuk mendukung penyediaan koleksi serta penyelenggaraan kegiatan literasi.

Perpustakaan Kota Balikpapan saat ini mengembangkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk membuka ruang kegiatan masyarakat. Program tersebut terbukti berkontribusi pada bertambahnya kunjungan, namun Kartini menilai partisipasi publik masih dapat diperluas. “Minimal masyarakat datang dulu ke perpustakaan. Setelah itu baru mereka memanfaatkan koleksinya,” harapnya.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *