KUKAR: Suasana meriah mewarnai lomba balap ketinting yang digelar di Dermaga Penyeberangan Pulau Kumala, Rabu (24/9/2025). Kegiatan ini menjadi rangkaian Festival Erau Adat Kutai tahun 2025 sekaligus memperingati Hari Perhubungan Nasional ke-55.
Asisten III Pemkab Kukar, Dafip Haryanto yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan, lomba ketinting merupakan agenda rutin dalam rangkaian Erau yang setiap tahun selalu ditunggu masyarakat. Pemerintah daerah pun berkomitmen memberikan ruang bagi para penggiat olahraga tradisional ini agar terus berkembang.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga wadah silaturahmi, menjaga sportivitas, keselamatan, serta meningkatkan kualitas olahraga rekreasi di Kukar. Penonton selalu ramai dan ini berdampak signifikan bagi perputaran ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperluas jangkauan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Dengan begitu, olahraga ketinting bisa menjadi ikon Kukar yang mampu menarik perhatian wisatawan.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Ahmad Junadi, mengaku puas dengan suksesnya penyelenggaraan lomba tahun ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya penonton yang memadati sepanjang Turap Sungai Mahakam.

“Jumlah peserta tahun ini mencapai 160 orang, berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, Sangkulirang, bahkan Kalimantan Utara juga ikut berpartisipasi,” ungkap Junadi.
Lomba ketinting kali ini mempertandingkan beberapa kategori, di antaranya kelas pemula piston 75, kelas umum piston 75, dan kelas umum piston 94. Dari semua kelas tersebut, kategori piston 94 umum menjadi yang paling bergengsi karena mesinnya lebih cepat dan menantang.
Bagi masyarakat Kukar, lomba ketinting bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga tradisi bersama yang terus dipertahankan. Oleh karena itu, dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi kunci suksesnya acara ini setiap tahun.
Ahmad Junadi juga berpesan agar masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian Sungai Mahakam. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan, agar sungai tetap bersih dan nyaman digunakan sebagai arena lomba.
“Ini event kita bersama, tradisi kita bersama. Mari kita jaga sungai kita, jangan sampai tercemar sampah. Dengan begitu, kegiatan ini akan selalu bisa kita nikmati di masa depan,” pungkasnya.(*van)

















