KUKAR: Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI tentang Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD). Hal ini berkat bahasa Kutai tetap dilestarikan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Thauhid Aprilian Noor di Jakarta.
Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Aprilian Noor menjelaskan bahwa ada 20 daerah yang masuk sebagai pelestarian bahasa daerah yaitu bahasa ibu. Kukar masuk dalam 20 kabupaten kota tersebut dan mendapatkan penghargaan karena Kukar sudah menetapkan bahasa daerah sebagai muatan lokal bersama Bupati.
“Bahasa Kutai sebagai muatan lokal di Kukar, ini menjadi penilaian dan mendapatkan hasil yang tinggi, kemudian oleh bapak Bupati harapannya dengan ada penghargaan tersebut dapat ditindak lanjuti. Secara landing sektor berada dikami, khusus nya bidang kebudayaan.” ungkapnya
Ia mengatakan bahwa pemerintah pusat ingin mengembangkan bahasa daerah ini dapat dimunculkan makannya ini, Kukar sudah buatkan kurikulumnya dan sudah dimasukan muatan lokal.
“Kita sudah punya miskat day ini, mungkin kita ada tambah 2 kali salah satunya baju cinan yang oakai pesapu, seminggu ada dua kali, dan di hari Kamis kita tetapkan untuk menggunakan bahasa kutai. Kita jadikan hari bahasa sebagai hari bahasa kutai, ini sudah menjadi komitmen bapak bupati dan diapresiasi oleh Kemendikbud.” tuturnya
Harapannya dengan adanya penghargaan ini aialah penguatan, karena Kukar ini dekat sekali dengan IKN. Oleh kerana itu diharapkan sebagai bentuk penguatan disemua daerah salah satunya bahasa.
“Kalau bahasa tenggeelam kita khawatir tidak memiliki jati diri, selain melestarikan seni nya menjadi pokok ialah bahasa. Dan oleh menteri juga mengharuskan bahasa karena sebagai ketajaman daerah, salah satu hal yang menyatukan kita ialah bahasa maka dipelihara sebagai jati diri daerah.” ungkapnya .
Sementara Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan Kukar masuk karena Kukar berkomitmen melestarikan bahasa daerah, baha kutai ini ditetapkan dalam satu kebijakan dan menjadi muatan lokal khusunya, sekolah paud SD dan SMP, kita mulai dari Paud dan SD sebagai muatan bahasa lokal.
“Saya terimakasih momentum khusus tahun 2024 ini, kita masuk 20 besar, menerima penghargaan dari Kemendikbud berkenaan dengan revitalisasi bahasa daerah.” tutupnya (adv/dk1)

















