KUKAR-Sebanyak 32 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dalam Jabatan Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikukuhkan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah.
Kegiatan digelar di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar Kamis (21/3/24), terut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, para Asisten, Kepala OPD dan Camat.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan kegiatan ini ada pengukuhan yang sebagian besar, karena ada perubahan nomenklatur jabatan terkait dengan restruktur organisasi. Terus ada beberapa yang disegarkan, dan di geser untuk peningkatan kinerja.
“. Harapan saya pejabat yang dilantik betul-betul memahami karena restruktur organisasi ini berubah. Misalkan dulu rumpun jabatan yang diduduki mereka itu masuk jabatan struktural dengan adanya perubahan ini jadi jabatan fungsional.” ungkap Edi.
Edi tidak menginginkan budaya kerja di jabatan lama masih diterapkan di jabatan yang baru. Jika demikian, maka tidak akan ada perubahan dalam capaian kinerja. Sehingga, Edi mau para pejabat yang sudah dilantik ke jabatan fungsional bisa mengerti fungsi dan tugasnya masing-masing.
Lanjutnya, ini beda karena jabatan fungsional itu geraknya cepat. Jangan nanti pejabat fungsional rasa struktural, tidak memberikan makna perubahan itu. Jadi harus dipahami betul-betul fungsi tugasnya terkait dengan perubahan restruktur organisasi dari struktural ke fungsional.
Ia menambahkan, contoh soal jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang mengalami peningkatan cukup signifikan di Kukar.
Seperti pelaku usah mikro kecil, sudah luar biasa UMKM di Kukar ini dan sudah difasilitasi NIB, label Halal, ada difasilitasi peralatan permodalan. Data-data ini harus dianalisis dengan baik karena kelompok usaha mikro ini ada prosedur mekanisme nya, kemajuannya dia harus naik kelas.Kalau dia mikro, kecil ke menengah.
“Saya pingin ada road mape nya, para pelaku usaha mikro itu berapa persen yang sudah berpotensi analisis datanya akan bisa mencapai kriteria usaha kecil naik ke menengah itu analisis nya berapa persen Berbasis data yang baik.” tutupnya.(adv/dk1)

















