Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARKUTAI KARTANEGARA

Komitmen Bersama Lestarikan Pesut Mahakam, Plt. Camat Kota Bangun Apresiasi Kunjungan Menteri LHK ke Desa Pela

257
×

Komitmen Bersama Lestarikan Pesut Mahakam, Plt. Camat Kota Bangun Apresiasi Kunjungan Menteri LHK ke Desa Pela

Share this article
031c8055 b91d 4443 af21 b0d761227c56
Plt. Camat Kota Bangun Abdul Karim
Example 468x60

KUKAR: Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Kota Bangun, Abdul Karim, menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia ke Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun pada Kamis (3/7/2025) lalu.

Kunjungan ini dinilai sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelestarian satwa langka endemik Sungai Mahakam, yakni pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), yang kini populasinya diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 ekor.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Kota Bangun menyampaikan terima kasih kepada Menteri LHK, Gubernur Kalimantan Timur, serta Bupati Kutai Kartanegara atas perhatian serius mereka dalam pelestarian pesut Mahakam. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menjaga dan merawat ekosistem Mahakam,” ujar Abdul Karim.

Dalam kunjungannya, Menteri LHK menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pelestarian yang dijalankan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Pela, di bawah kepemimpinan Alimin yang juga menjabat sebagai Ketua Pokdarwis Provinsi Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah, Menteri menyampaikan dengan tegas bahwa populasi pesut Mahakam harus segera ditingkatkan. Ini pesan penting bagi seluruh masyarakat agar lebih peduli dan terlibat aktif dalam upaya konservasi,” tambahnya.

Pemerintah Kecamatan Kota Bangun, lanjut Abdul Karim, juga telah menerapkan sejumlah kebijakan pelestarian di tingkat lokal, antara lain menjaga jalur habitat pesut dengan melarang pembuangan sampah, khususnya plastik, ke aliran Sungai Mahakam. Hal ini dilakukan untuk mencegah pencemaran dan menjaga kehidupan biota sungai, termasuk bibit-bibit pesut yang sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Tak hanya itu, pengaturan terhadap aktivitas transportasi air juga dilakukan. Camat menegaskan, kapal cepat seperti sepit dilarang memacu gas secara berlebihan saat memasuki wilayah sungai yang menjadi habitat pesut. Selain mengganggu kehidupan pesut, suara bising dan gelombang besar juga berisiko merusak rakit dan keramba milik warga di sepanjang tepian sungai.

“Seperti yang dicontohkan langsung oleh Ibu Menteri, beliau memilih menggunakan longboat daripada sepit. Ini menjadi teladan nyata bahwa pelestarian harus dimulai dari hal kecil yang konkret,” jelasnya.

Pemerintah Kecamatan Kota Bangun berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian pesut Mahakam. Diharapkan dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, pelestarian pesut Mahakam tidak hanya menjadi tanggung jawab lokal, tetapi gerakan bersama yang berkelanjutan. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *