BALIKPAPAN: Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan generasi muda melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan kalangan pekerja seni. Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, di Makodam Mulawarman, pada hari Rabu, 8 April 2026.
Pangdam menyebut, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dalam membangun generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing.
“Generasi muda adalah kekuatan utama masa depan bangsa, sementara pekerja seni memiliki peran penting sebagai media penyampai nilai kebangsaan, persatuan, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pendekatan pembinaan generasi muda harus lebih adaptif dan inovatif. Seni dan budaya dinilai menjadi sarana efektif untuk menjangkau masyarakat, sekaligus memperkuat identitas nasional.
Kodam VI/Mulawarman, lanjutnya, telah aktif mendukung pelestarian seni dan budaya di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan bagi generasi muda.
“Kami berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan pekerja seni dalam kegiatan edukatif, budaya, dan kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik berbagai gagasan yang dibawa Raffi Ahmad, dengan harapan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, dan komunitas kreatif dapat melahirkan ruang-ruang kreatif yang produktif dan berdampak luas.
Sementara itu, Raffi Ahmad mengajak generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara positif, sekaligus memperkuat karakter dan nilai kebangsaan.
Ia mengungkapkan, dirinya rutin turun langsung ke berbagai daerah untuk berdialog dengan anak muda, komunitas kreatif, hingga unsur TNI dan kepolisian.
“Biasanya seminggu sekali saya keliling. Bahkan bisa sampai beberapa kali dalam seminggu untuk bertemu anak muda dan komunitas,” ujarnya.
Raffi menilai potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar, dengan jutaan tenaga kerja terlibat serta ratusan juta pengguna aktif media sosial yang menjadi peluang besar untuk berkarya dan berinovasi.
Namun demikian, ia mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak pada dampak negatif media sosial. Menurutnya, kemudahan akses digital harus diimbangi dengan kekuatan mental dan kedewasaan dalam bersikap.
“Anak muda harus punya mental kuat. Jangan sampai media sosial justru membuat kita mudah tersinggung atau lemah,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas kreatif dan institusi negara, termasuk TNI, dalam menanamkan nilai disiplin, nasionalisme, dan semangat kebangsaan.
Selain itu, Raffi berpesan agar generasi muda tidak hanya mengejar pendidikan tinggi, tetapi juga menjaga adab dan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Silakan sekolah setinggi-tingginya, tapi jangan lupakan adab. Percuma pintar kalau tidak punya kejujuran dan tidak menghargai orang lain,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kreatif dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kebangsaan di tengah perkembangan zaman.(las)

















