Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kehilangan Rumah dan Harta, Anak-anak Korban Kebakaran Jalan AM Alimuddin Kini Butuh Perlengkapan Sekolah

218
×

Kehilangan Rumah dan Harta, Anak-anak Korban Kebakaran Jalan AM Alimuddin Kini Butuh Perlengkapan Sekolah

Share this article
warga terdampak kebakaran, Iin saat di wawancarai di lokasi kebakaran. (Irvan/dutakaltimnews.com)
warga terdampak kebakaran, Iin saat di wawancarai di lokasi kebakaran. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kesedihan masih dirasakan warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Rumah dan harta benda mereka ludes dilalap api, termasuk perlengkapan sekolah anak-anak yang tidak sempat diselamatkan.

Salah satu warga terdampak, Iin, mengaku saat kebakaran terjadi dirinya hanya sempat menyelamatkan diri. Ia tidak sempat membawa barang-barang dari rumah, sehingga hampir seluruh kebutuhan anak-anaknya ikut hangus terbakar.

“Yang sangat kami perlukan itu perlengkapan anak-anak sekolah, karena saya keluar cuma diri saja, menyelamatkan diri saja. Jadi apa pun tidak ada, perlu perlengkapan sekolah semuanya, seragam, sepatu, alat-alat tulis dan semuanya,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Ia menuturkan, tidak hanya pakaian dan perlengkapan sekolah yang musnah. Dokumen penting seperti ijazah juga ikut terbakar bersama seluruh barang yang berada di dalam rumah.

“Hangus terbakar semua. Ijazah-ijazah juga semuanya habis,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat Iin berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan bagi para korban dalam mengurus kembali dokumen-dokumen penting yang ikut hilang akibat kebakaran.

“Kami berharap untuk pengurusan surat-surat itu dipermudah, tidak dipersulit. Karena memang ini di luar kendali kami, bukan keinginan kami untuk kejadian seperti ini,” tuturnya.

Menurut Iin, terdapat lebih dari 10 anak usia sekolah di sekitar lokasi yang terdampak kebakaran. Mereka berasal dari jenjang pendidikan SD hingga SMA dan saat ini membutuhkan kembali berbagai perlengkapan untuk menunjang kegiatan belajar.

Anak Iin sendiri bersekolah di SD Negeri 02 Tenggarong dan SMA Negeri 2 Tenggarong. Kebutuhan seperti ukuran baju dan sepatu juga telah didata untuk mendapatkan bantuan.

Selain seragam dan sepatu, buku-buku pelajaran milik anak-anaknya juga tidak ada yang berhasil diselamatkan. Seluruhnya ikut hangus dalam kebakaran.

“Semua buku pelajaran juga habis, tidak ada satu pun yang tersisa,” katanya.

Meski demikian, Iin menyampaikan pihak sekolah telah memberikan keringanan bagi anak-anak yang terdampak.

Saat ini, proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga sedikit membantu karena anak-anak belum harus kembali mengikuti kegiatan belajar secara langsung di sekolah.

“Kalau dari sekolah sudah ada keringanan. Ini juga sudah didata, cuma kami belum tahu kapan menerimanya,” jelasnya.

Ia berharap bantuan perlengkapan sekolah dapat segera diterima. Sebab, anak-anak tetap membutuhkan seragam, sepatu, buku dan alat tulis agar dapat kembali belajar dengan nyaman setelah kehilangan hampir seluruh barang miliknya.

“Syukur-syukur kalau ini cepat didapatkan, jadi anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Melayu, M Hafiz, mengatakan pihak kelurahan saat ini tengah melakukan pendataan terhadap para korban yang masih berstatus sebagai pelajar.

Pendataan tersebut dilakukan bersamaan dengan proses pendistribusian bantuan tahap kedua dan ketiga.

“Hari ini itu waktu pendistribusian bantuan yang kedua dan yang ketiga. Kami dari pihak kelurahan melakukan pendataan siswa-siswa atau korban yang masih bersekolah, SD, SMP, atau SMA,” katanya.

Ia menjelaskan, pendataan secara khusus dilakukan untuk mengetahui ukuran seragam yang dibutuhkan masing-masing siswa. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pengadaan dan penyaluran bantuan pakaian sekolah.

“Karena ini berkaitan dengan seragam sekolah. Seragam sekolah itu berikut dengan ukuran. Dalam hal ini, kami dari lurah melakukan pendataan,” jelasnya.

Hafiz menyebut proses pendataan ukuran pakaian telah hampir rampung. Selanjutnya, hasil rekapitulasi akan disampaikan kepada Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan.

“Insyaallah pendataan ukuran baju sudah rampung. Nantinya hasil rekapitulasi ini akan kami berikan karena sudah diminta dari Dinas Sosial berkaitan dengan seragam sekolah,” ujarnya.

Ia berharap bantuan seragam dapat disalurkan secepatnya mengingat kebutuhan para siswa cukup mendesak. Pihak kelurahan menargetkan data tersebut segera dikirimkan kepada Dinas Sosial.

“Kemungkinan hari ini, malam ini sudah kami kirim ke Dinas Sosial untuk rekapitulasi ukuran baju. Selanjutnya nanti kita akan memastikan memfasilitasi pendistribusian pakaian sekolah,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kelurahan Melayu, jumlah siswa SD yang terdampak kebakaran mencapai 25 orang, terdiri dari 17 laki-laki dan delapan perempuan. Kemudian siswa SMP sebanyak delapan orang, terdiri dari satu laki-laki dan tujuh perempuan.

Sementara itu, siswa SMA yang terdampak berjumlah delapan orang, dengan rincian empat laki-laki dan empat perempuan. Selain itu, terdapat enam mahasiswa yang turut terdampak, terdiri dari lima laki-laki dan satu perempuan.

Hafiz berharap bantuan perlengkapan sekolah tersebut dapat segera diterima para korban sehingga anak-anak yang terdampak kebakaran dapat kembali menjalani kegiatan pendidikan dengan lebih tenang di tengah kondisi mereka yang masih berupaya bangkit dari musibah.

“Kami berharap bantuan ini bisa secepatnya didistribusikan kepada anak-anak yang terdampak, sehingga mereka dapat kembali bersekolah dan belajar dengan nyaman,” pungkasnya. (Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *