KUKAR: Kebakaran hebat melanda RT 09 Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (27/11/2025) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA itu menghanguskan sejumlah bangunan dan menyebabkan tiga warga harus mendapatkan penanganan medis.
Staf Pemerintah Desa Liang Ilir, Gunawan, menyampaikan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi bernama Tarjan. Saat hendak menuju kamar mandi, Tarjan melihat api muncul dari salah satu kamar di rumahnya.
“Api langsung menyebar dengan cepat ke rumah tetangga. Ia berlari keluar dan meminta tolong warga,” ujar Gunawan.
Saksi lainnya, Murni, mengaku sempat mendengar suara letupan dari luar rumah sebelum mengetahui adanya kebakaran. Sesaat kemudian, terdengar teriakan warga meminta pertolongan.
“Begitu keluar, api sudah membesar dan melahap rumah-rumah sekitar. Warga berusaha memadamkan dengan alat seadanya sampai petugas Damkar dan Polsek datang,” jelasnya.
Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat kobaran api cepat merembet dari satu rumah ke rumah lainnya. Upaya pemadaman yang melibatkan warga, petugas pemadam kebakaran, dan aparat kepolisian berlangsung hingga sekitar pukul 06.00 WITA sebelum api berhasil dipadamkan.
Gunawan mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
Akibat kejadian tersebut, tujuh rumah warga serta satu bangunan sarang walet ludes terbakar. Total 10 kepala keluarga dengan 34 jiwa terdampak, sementara kerugian material diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar.
Selain kerugian materi, tiga warga harus mendapatkan perawatan medis. Tarjan mengalami luka bakar pada leher, pundak, hingga dada. Salmiah mengalami syok dan harus distabilkan, sementara Fitriyanti mengalami keseleo pada engkel kaki kiri.
Pemerintah Desa Liang Ilir bersama pihak terkait saat ini tengah melakukan pendataan lanjutan dan menyiapkan bantuan darurat bagi para korban kebakaran. Pemerintah juga mengimbau warga tetap waspada dan memastikan instalasi listrik berada dalam kondisi aman untuk mencegah kejadian serupa terulang. (*van)

















