KUKAR: Sebuah kapal ponton menabrak rumah warga di RT 3, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga dan keramba dilaporkan terdampak.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terdapat sekitar empat rumah warga yang terdampak akibat ponton yang menyenggol kawasan permukiman itu.
“Benar, barusan ini kejadiannya. Ponton menyenggol rumah beberapa warga yang ada di RT 3 Loa Duri Ulu,” ujarnya saat di hubungi.
Selain rumah warga, insiden tersebut juga berdampak terhadap keramba milik masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Ia menyebutkan, jumlah keramba yang terdampak diperkirakan mencapai 20 petak. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan belum selesai dilakukan.
Menurutnya, pendataan diperlukan untuk mengetahui jumlah pasti rumah dan keramba yang terkena dampak, sekaligus melihat kondisi kerusakan yang dialami warga.
“Dari informasi awal yang saya dapat, ada sekitar empat rumah. Kerambanya juga diperkirakan sekitar 20 petak,” jelasnya.
Saat kejadian dilaporkan, Ia mengaku telah berada di lokasi untuk memantau situasi dan mendampingi masyarakat. Pemerintah desa juga menunggu kedatangan awak kapal atau anak buah kapal (ABK) serta perwakilan pihak perusahaan untuk membahas kejadian tersebut bersama warga.
Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari penyelesaian atas dampak yang ditimbulkan, terutama bagi masyarakat yang rumah dan kerambanya terdampak.
Ia mengungkapkan, pemerintah desa akan mengedepankan mediasi dengan pihak terkait sebelum menentukan langkah selanjutnya. Dalam proses penanganan tersebut, pemerintah desa turut didampingi Bhabinkamtibmas untuk membantu koordinasi di lapangan.
“Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu ABK dan orang dari pihak perusahaan turun agar bisa bermediasi terlebih dahulu dengan masyarakat,” ungkapnya.
Hingga informasi awal diterima, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat insiden tersebut. Meski demikian, pemerintah desa masih melakukan pemantauan serta mengumpulkan informasi mengenai dampak yang dialami warga.
Ia menegaskan, jumlah rumah dan keramba yang terdampak masih perlu dipastikan melalui pendataan lebih lanjut. Hasil pendataan dan mediasi nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi warga serta penyelesaian atas kerugian yang ditimbulkan.
“Kami masih melakukan pendataan di lapangan. Untuk jumlah pastinya, kami menunggu hasil pendataan dan pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait,” pungkasnya. (Van)

















