Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Kader TP PKK Balikpapan Datangi Rumah Warga Rawan Stunting

171
×

Kader TP PKK Balikpapan Datangi Rumah Warga Rawan Stunting

Share this article
b12c8de8 37c1 4fcd 8b74 333cb9c471d9
Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Upaya penanganan stunting di Kota Balikpapan memasuki babak baru. Tak lagi hanya mengandalkan edukasi dan layanan di fasilitas kesehatan, Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan kini menerapkan pendekatan jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga yang masuk kategori rawan stunting.

Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, mengatakan strategi ini menjadi fokus utama kepengurusan baru sebagai respons atas kompleksnya faktor penyebab stunting yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah angka stunting di Balikpapan sudah turun dari 22,8 persen menjadi di bawah 20 persen, sekitar 18 persen dan mendekati target nasional 17 persen. Tapi ini belum cukup, kita harus lebih aktif turun ke lapangan,” ujar Nurlena, pada hari Jumat, 16 Januari 2026.

Melalui kolaborasi TP PKK dan Posyandu, kader kesehatan akan mendatangi langsung rumah-rumah yang telah terdata sebagai wilayah rawan stunting. Intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemberian makanan bergizi hingga pendampingan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

“Kita tidak menunggu masyarakat datang ke Posyandu. Kader kami datang langsung ke rumah, membawa makanan bergizi, dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lain sesuai kondisi keluarga yang dipantau,” jelasnya.

Nurlena juga menyoroti sejumlah kawasan dengan tingkat kerentanan sosial tinggi, seperti Balikpapan Barat, yang banyak dihuni warga pendatang. Tekanan ekonomi, pengangguran, dan kondisi keluarga yang tidak stabil dinilai turut berkontribusi terhadap munculnya kasus stunting.

“Masalah stunting tidak berdiri sendiri. Tekanan ekonomi dan kondisi sosial keluarga sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Selain isu stunting, TP PKK Balikpapan turut memberi perhatian pada pencegahan narkoba di kalangan generasi muda. Hal ini dinilai penting seiring posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berpotensi meningkatkan mobilitas dan tantangan sosial. “Anak-anak muda harus difasilitasi dengan kegiatan positif agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan masa depan mereka,” ujarnya.

Melalui struktur kepengurusan baru yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara langsung, TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Kota Balikpapan optimistis program intervensi sosial dan kesehatan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *