Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Belum Pergi dari Kukar, ISPA Meningkat dan Jarak Pandang Jadi Ancaman

251
×

Kabut Asap Belum Pergi dari Kukar, ISPA Meningkat dan Jarak Pandang Jadi Ancaman

Share this article
Kondisi Kabut Asap di Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Kondisi Kabut Asap di Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap belum sepenuhnya pergi dari Kutai Kartanegara (Kukar). Di sejumlah wilayah, bau asap masih tercium pada pagi hari, sementara kabut tebal di Kecamatan Muara Muntai mulai mengkhawatirkan karena membatasi jarak pandang dan berpotensi membahayakan perjalanan warga.

Di tengah kondisi tersebut, laporan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah puskesmas turut menjadi perhatian. Masyarakat pun diminta tidak menganggap remeh kabut asap, meski ketebalannya dapat berubah mengikuti kondisi cuaca.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspiannur Sandi, mengatakan penyebaran asap sangat dipengaruhi kondisi atmosfer, seperti arah angin, kelembapan, perbedaan suhu, dan paparan sinar matahari.

ispakbt2

Faktor tersebut membuat asap bisa bertahan di dekat permukaan tanah, terutama ketika kondisi udara belum mendukung penyebarannya ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi.

“Penyebaran asap ini dinamis. Pergerakannya dipengaruhi arah angin, kelembapan, kondisi wilayah, serta paparan sinar matahari. Karena itu, ketebalan asap dan kualitas udara bisa berubah dari waktu ke waktu,” jelas Aspiannur Senin (19/10/2026).

Ia mengungkapkan, BPBD telah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Kukar menyusul laporan meningkatnya kasus ISPA di sejumlah puskesmas. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Untuk mengurangi dampak paparan asap, BPBD membagikan masker melalui puskesmas di sejumlah kecamatan. Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang mampu menyaring partikel halus. Upaya tersebut penting dilakukan sembari menunggu kualitas udara kembali membaik.

BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kukar untuk mendorong penempatan alat pemantau kualitas udara di sejumlah titik. Pemantauan ini diperlukan agar perubahan kualitas udara dapat diketahui dan menjadi dasar penentuan langkah mitigasi.

Ancaman kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. Di Muara Muntai, kabut yang cukup tebal dalam beberapa hari terakhir juga menjadi perhatian karena jarak pandang terbatas dapat membahayakan pengguna transportasi darat maupun perairan.

Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat bepergian dan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan.

“Masyarakat diharapkan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan, khususnya saat kabut tebal menghalangi pandangan. Kehati-hatian diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan di tengah kondisi jarak pandang yang terbatas,” ujarnya.

Hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di udara. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menjamin kualitas udara langsung pulih karena masih dipengaruhi cuaca dan keberadaan sumber kebakaran.

“Masyarakat diimbau tetap waspada, membatasi paparan asap, serta mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah. Jika mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang memburuk, warga disarankan segera mencari pertolongan medis,” tutupnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *