KUKAR: Kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan olahraga menjadi perhatian serius di Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar memperkuat pendampingan psikologis bagi atlet sekaligus mendorong keterlibatan tenaga pendukung perempuan untuk menciptakan lingkungan latihan yang lebih aman.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pendampingan psikologis menjadi salah satu langkah yang dilakukan dalam pembinaan atlet, termasuk ketika menghadapi kompetisi multievent. Tenaga psikologi juga dilibatkan dalam penyampaian materi pembinaan guna mendukung kesiapan mental atlet.
“Kami melakukan pendampingan terhadap beberapa atlet bersama teman-teman psikologi. Setiap ada penyampaian materi, kami juga selalu melibatkan tenaga psikologi. Dalam rangka mengikuti multievent, kami akan memberikan pendampingan dengan tim psikologi,” ujarnya Minggu (18/10/2026).
Selain itu, Dispora Kukar berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga melalui pelatihan dan sertifikasi. Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperbanyak keterlibatan tenaga perempuan di setiap cabang olahraga.
Tahun ini, Dispora Kukar memprioritaskan peserta perempuan dalam pelatihan sport massage. Program tersebut diharapkan dapat menyediakan tenaga pendukung perempuan yang terlatih untuk membantu penanganan cedera ringan atlet perempuan.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kenyamanan dalam proses penanganan atlet sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga pendukung yang tidak sesuai dengan kebutuhan atlet.
Ali menjelaskan, keseimbangan tenaga laki-laki dan perempuan di lingkungan olahraga perlu diperhatikan agar pelayanan terhadap atlet dapat berjalan lebih baik dan sesuai prosedur.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, menegaskan segala bentuk pelecehan di lingkungan olahraga tidak dapat ditoleransi. Menurutnya, tindakan tersebut dapat meninggalkan trauma bagi korban dan berdampak pada keberlanjutan karier atlet.
“Tentu sangat disayangkan jika hal seperti ini terjadi. Segala bentuk pelecehan harus ditindak tegas agar tidak menjadi kebiasaan,” tegasnya.
Andi Faisal menilai, perlindungan atlet harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga pemerintah daerah. Lingkungan latihan harus menjamin keamanan atlet agar mereka dapat berkembang dan berprestasi tanpa rasa takut.
“Kami berharap upaya pencegahan dan penanganan dilakukan secara serius sehingga dunia olahraga Kukar tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi keselamatan, martabat, dan hak setiap atlet,” pungkasnya. (and)

















