KUKAR: Semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 mulai digelorakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya melalui Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih.
Secara simbolis, pembagian bendera dilakukan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Jajaran Forkopimda, serta Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kepada masyarakat, tokoh agama, pemuda, paguyuban dan pelajar di Taman Pujasera Tenggarong, Senin (10/8/2026).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung di Tenggarong, tetapi juga digelar secara serentak di 20 kecamatan dan 193 desa dan 44 kelurahan di Kukar.
“Kalau hari ini secara simbolis di Tenggarong, tetapi secara serentak gerakan ini ada di 20 kecamatan, 193 desa dan 44 kelurahan yang ada di Kukar,” ujarnya.
Ia menyebut, jumlah bendera yang dibagikan belum dihitung secara keseluruhan. Namun, Pemkab Kukar menargetkan sedikitnya 500 ribu bendera Merah Putih dapat dibagikan di seluruh wilayah Kukar.
“Kalau secara kuantitas kita belum menghitung. Tetapi target kita itu di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Mungkin tidak kurang dari 500 ribu bendera akan kita bagikan di Kutai Kartanegara,” katanya
Menurutnya, Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera merupakan bagian dari agenda nasional dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kukar turut ambil bagian untuk membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat menjelang peringatan HUT ke-81 RI.
Lebih dari sekadar pembagian bendera, Aulia menilai momentum tersebut memiliki makna khusus bagi pembangunan Kukar. Semangat kemerdekaan diharapkan dapat menjadi pemicu kebangkitan daerah di tengah berbagai kondisi yang dihadapi saat ini.
“Khusus di Kutai Kartanegara, makna kemerdekaan ini kita maknai sebagai sebuah semangat untuk kebangkitan Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Ia berharap semangat kemerdekaan dapat dirasakan seluruh masyarakat, tidak hanya di Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten maupun pusat kecamatan.
“Semangat kemerdekaan ini tidak hanya dinikmati oleh warga masyarakat yang ada di Tenggarong atau pusat ibu kota kecamatan saja, akan tetapi di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Aulia menambahkan, semangat kemerdekaan juga harus menjadi dorongan bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus membangun Kukar agar menjadi daerah yang mandiri, maju dan sejahtera.
“Di tengah kondisi hari ini, kita tetap bersemangat untuk membangun daerah kita. Kita ingin sekali lagi menjadikan Kutai Kartanegara menjadi daerah yang mandiri sehingga menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan bisa membuat masyarakatnya lebih berbahagia lagi,” pungkasnya. (*van)

















