BALIKPAPAN: Di tengah gempita pembangunan dan kemajuan teknologi kesehatan, masih ada sosok-sosok tanpa sorotan yang bekerja dengan hati yakni para kader Posyandu. Mereka inilah yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan dasar di masyarakat, sebuah peran yang kembali ditegaskan dalam Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan se-Kalimantan Timur, yang di gelar pada hari Sabtu (25/10/2025) di Hotel Swiss-Belinn Balikpapan.
Kegiatan yang dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kaltim sekaligus Ketua Pembina Posyandu Provinsi Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum, menjadi momentum untuk mengapresiasi kerja tanpa pamrih ribuan kader dari seluruh penjuru Kalimantan Timur.
“Kader Posyandu adalah ujung tombak kesehatan masyarakat. Mereka bukan hanya pelaksana program, tapi jembatan kasih antara pemerintah dan rakyat,” ujar Bunda Harum dalam sambutannya.
Ia menegaskan, kontribusi kader Posyandu selama ini kerap tak terlihat, padahal merekalah yang menjadi pintu pertama masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, gizi balita, hingga edukasi kesehatan keluarga.
“Saya berharap semangat ini terus dijaga. Bersama, kita wujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Kaltim Emas 2045,” lanjutnya.
Selain ajang silaturahmi, Jambore Kader Posyandu juga menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kapasitas kader agar lebih siap menghadapi tantangan di lapangan, terutama di era digital dan perubahan perilaku masyarakat pascapandemi.

Bunda Harum mengajak seluruh kader di 10 kabupaten/kota se-Kaltim untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, hingga organisasi masyarakat, agar setiap program kesehatan dapat berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Namun, di balik pesan teknis itu, Bunda Harum juga menyelipkan refleksi penuh makna tentang nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
“Cinta bukan sekadar kata, tapi tindakan nyata. Seperti para kader Posyandu yang dengan tulus berbagi waktu dan tenaga untuk menebar kasih kepada sesama. Dari tangan-tangan penuh cinta itulah, kesehatan dan kebahagiaan masyarakat tumbuh dan bersemi,” tuturnya dengan haru.
Semangat pengabdian dan cinta yang tulus, kader Posyandu bukan sekadar relawan tapi mereka adalah penjaga denyut kehidupan di setiap sudut Kalimantan Timur.(las)

















